Menu

Mode Gelap
 

Mahasiswa · 12 Jan 2026 14:59 WIB ·

GAS VII Resmi Dimulai, Hadirkan Lomba, Seminar, hingga Bazar Mahasiswa


 Pembukaan Gebyar Ahwal Syakhsiyyah (GAS) VII di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Senin (12/1/2026), ditandai dengan pemotongan pita oleh perwakilan Baznas Kota Pontianak./Ist Perbesar

Pembukaan Gebyar Ahwal Syakhsiyyah (GAS) VII di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Senin (12/1/2026), ditandai dengan pemotongan pita oleh perwakilan Baznas Kota Pontianak./Ist

PONTIANAK — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah IAIN Pontianak resmi membuka Gebyar Ahwal Syakhsiyyah (GAS) VII pada Senin pagi, 12 Januari 2026, di Aula Wakil Wali Kota Pontianak. Kegiatan ini menjadi agenda akademik tahunan yang memfokuskan diri pada penguatan kajian hukum keluarga Islam.

Pembukaan dihadiri mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, dosen Fakultas Syari’ah, serta panitia pelaksana. Kehadiran civitas akademika tersebut mencerminkan dukungan terhadap pengembangan tradisi ilmiah di lingkungan Fakultas Syari’ah.

Pembukaan GAS VII ditandai dengan pemotongan pita oleh Ir. Nasrullah, M.T., perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak, sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua Panitia GAS VII, Andre Andriano, mengatakan pelaksanaan GAS VII merupakan hasil kerja kolektif panitia dan dukungan sponsor.

“Gebyar Ahwal Syakhsiyyah bukan hanya agenda seremonial, tetapi ruang aktualisasi mahasiswa dalam penguatan kapasitas akademik. Kami berterima kasih kepada seluruh panitia dan sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Andre.

BACA JUGA: Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Gelar Seminar Public Speaking di SMA Negeri 1 Turi, Tingkatkan Kepercayaan Diri Pengurus OSIS dan MPK

Ketua Umum HMPS Hukum Keluarga Islam periode 2025–2026, Husni Ramadika, menegaskan bahwa GAS merupakan agenda tahunan yang telah menjadi identitas organisasi.

“GAS adalah ciri khas HMPS Hukum Keluarga Islam. Kegiatan ini kami posisikan sebagai ruang pengembangan minat, bakat, dan penguatan tradisi keilmuan mahasiswa,” kata Husni.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Syari’ah, Ardiansyah, S.S., M.Hum., mengajak mahasiswa untuk aktif mengkaji pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru disahkan.

“Mahasiswa perlu memahami pembaruan KUHP karena memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika hukum keluarga Islam di Indonesia,” ujarnya.

GAS VII berlangsung selama sebelas hari, mulai 12 hingga 22 Januari 2026. Rangkaian kegiatan meliputi lomba akademik dan nonakademik, seminar keilmuan, malam temu alumni, serta bazar jajanan khas.

Reporter: Dz

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

KAHMI Kalbar dan KAHMI Kubu Raya Gelar Buka Puasa Bersama di Kediaman Wakil Bupati Sukiryanto

9 Maret 2026 - 23:07 WIB

Suasana acara buka puasa KAHMI Kalbar bersama tokoh daerah di Pontianak

Mahasiswa Kalbar Gelar Iftar Akbar di Pendopo Gubernur Pontianak, KMKS dan PRISMA Santuni Anak Panti

9 Maret 2026 - 10:12 WIB

Mahasiswa Kalbar menghadiri kegiatan Iftar Akbar Mahasiswa di Pendopo Gubernur Pontianak bersama organisasi daerah

GMNI Bekasi Gelar Konfercab VII, Momentum Akhiri Polemik Dualisme dan Perkuat Regenerasi Kader

8 Maret 2026 - 19:53 WIB

Peserta menghadiri Konfercab GMNI Bekasi yang membahas regenerasi kepemimpinan kader

PB HMI Umumkan 13 Daerah Calon Tuan Rumah Kongres HMI ke-XXXIII

8 Maret 2026 - 19:00 WIB

Pengurus Besar HMI mengumumkan daerah calon tuan rumah Kongres HMI 2026

Sekda Kalbar Harisson Ingatkan Kader Muda NU Pentingnya Integritas dan Penguasaan IPTEK

8 Maret 2026 - 00:01 WIB

Sekda Kalbar Harisson memberi pesan kepada kader muda NU di Pontianak

Refleksi Harlah ke-72, IPNU Kalbar Satukan Kader dan Alumni Lintas Generasi

7 Maret 2026 - 21:54 WIB

Ketua PW IPNU Kalbar menyampaikan sambutan pada acara Harlah IPNU ke-72
Trending di Organisasi