TASIKMALAYA — Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Himi Persis) Tasikmalaya Raya menggelar Musyawarah Daerah (Musda) X pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Bale Morosono, Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya. Mengusung tema “Restorasi Nilai-nilai Ulul Ilmi sebagai Falsafah dalam Mewujudkan Gerakan Keberdampakan Himi Persis yang Inklusif, Konkret dan Visioner di Tasikmalaya Raya”, forum ini menjadi momentum konsolidasi arah gerakan mahasiswa Persis di tingkat daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Daerah II Kabupaten Tasikmalaya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PAN Budi Mahmud Saputra, Kasat Intel Polresta Tasikmalaya Kota, unsur Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam, Persistri, Pemuda Persis dan Pemudi Persis Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, serta Pimpinan Wilayah Himi Persis Jawa Barat.
Turut hadir pula LAZ Persis KLP Kabupaten Tasikmalaya dan IPP-IPPi dari Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Ciamis-Banjar.
Ketua Pelaksana Musda X, Ghina Nurul Fitriyani, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah merupakan forum permusyawaratan tertinggi Himi Persis di tingkat daerah.
“Melalui Musda ini, kita tidak hanya melakukan evaluasi dan pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga menentukan arah masa depan dan keberlanjutan gerakan Himi Persis ke depan,” ujarnya.
BACA JUGA: Hendri Gunawan Terpilih Pimpin APUDSI Kalbar Desa Didorong Kuasai Rantai Nilai Global
Tema yang diusung menegaskan pentingnya restorasi nilai-nilai ulul ilmi—yakni karakter intelektual yang berlandaskan ilmu, integritas moral, dan tanggung jawab sosial sebagai fondasi gerakan mahasiswa.
Dalam konteks Tasikmalaya Raya, nilai tersebut dipandang relevan untuk menjawab tantangan zaman, memperkuat kapasitas kader, serta membangun gerakan yang tidak hanya normatif, tetapi benar-benar berdampak di tengah masyarakat.
Musda X juga menjadi ruang konsolidasi antar elemen otonom dan badan khusus Persis di Tasikmalaya Raya. Sinergi antara mahasiswa, pelajar, pemuda, dan unsur kelembagaan Persis diharapkan mampu melahirkan program kerja yang inklusif, konkret, dan visioner, selaras dengan kebutuhan umat dan dinamika sosial daerah.
Dengan terselenggaranya Musyawarah Daerah ini, Himi Persis Tasikmalaya Raya meneguhkan komitmennya sebagai gerakan intelektual muda Islam yang tidak hanya berorientasi pada wacana, tetapi juga pada aksi nyata dan kebermanfaatan publik.
Musda X diharapkan menjadi titik tolak penguatan peran strategis Himi Persis dalam membangun peradaban berbasis ilmu, nilai, dan keberdampakan sosial di Tasikmalaya Raya. (*Red)












