PONTIANAK – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengingatkan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) agar membangun karakter yang kuat serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Hal tersebut disampaikan Harisson saat menghadiri kegiatan Refleksi Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Pontianak, Sabtu (7/3).
Menurut Harisson, integritas dan kejujuran merupakan fondasi utama yang harus dimiliki generasi muda agar dapat dipercaya serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
“Tanamkan jiwa integritas dan kejujuran. Ke depan, hanya orang-orang yang memiliki integritas tinggi yang akan dipercaya dan dipakai oleh bangsa dan negara ini, di mana pun mereka berada,” ujar Harisson.
BACA JUGA: Refleksi Harlah ke-72, IPNU Kalbar Satukan Kader dan Alumni Lintas Generasi
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal menghadapi persaingan global yang semakin ketat, termasuk perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI).
Harisson mengingatkan agar generasi muda tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi mampu memahami serta memanfaatkannya secara bijak untuk meningkatkan kapasitas diri.
Momentum refleksi Harlah IPNU dan IPPNU ke-72 tersebut juga menjadi pengingat bahwa pelajar dan kader muda NU memiliki peran strategis dalam membangun jejaring, memperluas wawasan, serta memperkuat kontribusi bagi agama, daerah, dan Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri kader IPNU dan IPPNU serta sejumlah tokoh masyarakat dalam suasana reflektif yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Reporter: Mzb












