KUBU RAYA – Mahasiswa Program Aksi Bakti Dakwah Inovatif Masyarakat Umat (ABDIMU) Tahun 2026 dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Ulum (STITDAR) menggelar kegiatan rekreatif edukatif berupa lomba makan biskuit bersama santri dan santriwati Pesantren Mubayinul Ulum.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Madani, Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (1/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Kegiatan ini dirancang untuk memadukan nilai dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan yang menyenangkan, mahasiswa ABDIMU berupaya membangun kedekatan dengan santri sekaligus menyampaikan pesan-pesan pembinaan karakter secara aplikatif.
Kegiatan Rekreatif sebagai Media Pembinaan Karakter
Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Para santri tampak antusias mengikuti perlombaan, saling menyemangati, serta menunjukkan semangat kebersamaan. Interaksi yang terjalin menciptakan keakraban antara mahasiswa ABDIMU dan para santri dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan.
Ketua Kelompok 1 ABDIMU STITDAR menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata bersifat hiburan, tetapi memiliki tujuan pembinaan karakter. Menurutnya, lomba sederhana dipilih sebagai media untuk menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, serta mempererat ukhuwah.
“Melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan, kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter kepada santri. Dakwah tidak selalu dilakukan secara formal, tetapi juga bisa melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak,” ujarnya.
BACA JUGA: STIT Darul Ulum Kubu Raya Dorong Literasi Akademik Lewat Optimalisasi Mendeley
Apresiasi Pesantren terhadap Program Mahasiswa
Pihak Pesantren Mubayinul Ulum menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Pengurus pesantren menilai aktivitas rekreatif edukatif mampu menciptakan suasana positif bagi santri, sekaligus menjadi sarana pembelajaran sosial dan penguatan kebersamaan di lingkungan pesantren.
Program ABDIMU STITDAR merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan aksi nyata di tengah masyarakat. Melalui kegiatan di Dusun Madani, mahasiswa memperoleh pengalaman dakwah aplikatif, sementara santri mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Kegiatan lomba makan biskuit ini menjadi contoh pendekatan rekreatif edukatif dalam pembinaan santri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari program pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada penguatan karakter dan hubungan sosial dengan masyarakat.
(*Red/Mda berkontribusi dalam tulisan ini)

Kontributor Mahasiswa adalah penulis dari kalangan mahasiswa yang mengirimkan karya untuk kepentingan akademik dan publikasi di aktivismahasiswa.com.












