Mahasiswa
Beranda » Mahasiswa UIN Jakarta Laksanakan GERTAS TBC di Pamulang, Perkuat Peran Kader Deteksi Dini

Mahasiswa UIN Jakarta Laksanakan GERTAS TBC di Pamulang, Perkuat Peran Kader Deteksi Dini

Deteksi Dini TBC
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program intervensi GERTAS TBC (Gerakan Tuntas Tuberkulosis) di RW 04, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Januari–Februari 2026.

TANGGERANG – Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melaksanakan program intervensi GERTAS TBC (Gerakan Tuntas Tuberkulosis) di RW 04, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, pada Januari–Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengalaman Belajar Lapangan yang berfokus pada pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC).

Program tersebut dilatarbelakangi data sekunder yang menunjukkan masih ditemukannya kasus TBC di wilayah RW 04. Hasil survei cepat epidemiologi juga mengindikasikan rendahnya akses dan penerimaan informasi masyarakat terkait TBC.

Kondisi ini mendorong perlunya penguatan promosi kesehatan serta peningkatan kapasitas kader sebagai ujung tombak deteksi dini dan pendampingan pengobatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada Sabtu, 24 Januari 2026, yang melibatkan Ketua RW 04, Ketua RT 04, kader kesehatan, serta dukungan dari Puskesmas Bambu Apus.

Sosialisasi tersebut memperkenalkan konsep dan mekanisme kerja GERTAS TBC, termasuk peran kader dalam edukasi masyarakat, penjaringan suspek, serta pendampingan pasien selama pengobatan.

Mahasiswa Arsitektur Unimal Pamerkan Karya Mitigasi Bencana di Forum Internasional DR3 Aceh 2026

BACA JUGA: Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Gelar Seminar Public Speaking di SMA Negeri 1 Turi, Tingkatkan Kepercayaan Diri Pengurus OSIS dan MPK

Selanjutnya, mahasiswa menyelenggarakan pelatihan kader TBC yang berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai gejala, cara penularan, pencegahan, serta mekanisme deteksi dini suspek.

Kader juga dilatih melakukan komunikasi persuasif kepada masyarakat, termasuk mengedukasi pentingnya pemeriksaan dahak bagi individu yang mengalami gejala.

Implementasi hasil pelatihan dilakukan melalui kegiatan roadshow ke berbagai kelompok masyarakat, seperti kelompok senam dan arisan.

Dalam kegiatan tersebut, kader memberikan edukasi dasar tentang TBC sekaligus melakukan penjaringan dini terhadap warga yang memiliki keluhan gejala. Sampel dahak yang terkumpul kemudian difasilitasi untuk diperiksa lebih lanjut di Puskesmas Bambu Apus.

LKBN Antara gelar pelatihan jurnalistik mahasiswa Kalbar

Melalui program ini, mahasiswa berharap terjadi penguatan kapasitas kader dalam penemuan kasus, pendampingan pasien, serta edukasi pencegahan penularan TBC di lingkungan RW 04.

Kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pengendalian TBC di tingkat komunitas.

Penulis: Zahra Nabila Ramadhani
Mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Editor: M. Zainal Bahri
Bahasa: Darsono. AR

Dema IAIN Pontianak Soroti Isu Wisuda Lebih Cepat, Minta Transparansi Akademik

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa