SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan adanya perbedaan mendasar antara akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan saat mengisi kuliah lapangan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro (UNDIP), Selasa (3/2/2026).
Dalam pemaparannya, Sumarno menjelaskan bahwa akuntansi komersial berorientasi pada kinerja keuangan perusahaan, khususnya perhitungan laba dan rugi. Sementara itu, akuntansi pemerintahan berfokus pada pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada publik.
“Akuntansi komersial fokus pada laba dan rugi perusahaan. Sedangkan akuntansi pemerintahan merupakan bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang harus transparan dan dapat diawasi oleh masyarakat,” ujar Sumarno.
Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut penting dipahami mahasiswa agar tidak menyamakan karakter pengelolaan keuangan sektor swasta dengan sektor publik, yang memiliki dimensi akuntabilitas lebih luas.
Akuntansi Pemerintahan Menyangkut Uang Publik
Sumarno menambahkan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah berkaitan langsung dengan uang rakyat, sehingga prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas menjadi keharusan.
“Keuangan pemerintah itu adalah uang publik. Setiap rupiah yang dikelola harus bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka dan jelas kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, akuntansi pemerintahan bukan hanya soal pencatatan angka, tetapi juga soal integritas dalam menyampaikan informasi keuangan yang benar.
BACA JUGA: Mahasiswa UB Bisa Raih Double Degree dari Taiwan dan Malaysia Lewat Program Baru
Mahasiswa Diminta Pahami Konteks di Balik Angka
Dalam sesi diskusi, Sumarno mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami aspek teknis akuntansi, tetapi juga konteks kebijakan dan tanggung jawab moral di balik laporan keuangan.
“Akuntan tidak cukup hanya bisa membaca angka. Yang lebih penting adalah memahami konteks dan tanggung jawab di balik angka-angka tersebut,” katanya menanggapi pertanyaan mahasiswa.
Mahasiswa juga mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan anggaran daerah, mekanisme pengawasan keuangan, serta tantangan penerapan akuntansi pemerintahan di lapangan.
Bekal Praktis bagi Mahasiswa Akuntansi
Kegiatan kuliah lapangan ini dinilai memberikan nilai tambah bagi mahasiswa akuntansi UNDIP karena memberikan gambaran langsung mengenai praktik pengelolaan keuangan di sektor publik. Sejumlah mahasiswa menyebut paparan tersebut membantu mereka memahami perbedaan nyata antara teori akuntansi di bangku kuliah dengan praktik di pemerintahan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang akuntansi pemerintahan sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya bagi mereka yang berminat berkarier di sektor publik dan pemerintahan. (*)












