Menu

Mode Gelap
 

Opini · 3 Feb 2026 18:12 WIB ·

Sekda Jateng Sumarno Tegaskan Perbedaan Akuntansi Komersial dan Pemerintahan kepada Mahasiswa Akuntansi UNDIP


 Sekda Jateng Sumarno menjelaskan perbedaan akuntansi pemerintahan dan komersial kepada mahasiswa UNDIP sebagai bekal memahami akuntabilitas publik. Perbesar

Sekda Jateng Sumarno menjelaskan perbedaan akuntansi pemerintahan dan komersial kepada mahasiswa UNDIP sebagai bekal memahami akuntabilitas publik.

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan adanya perbedaan mendasar antara akuntansi komersial dan akuntansi pemerintahan saat mengisi kuliah lapangan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Diponegoro (UNDIP), Selasa (3/2/2026).

Dalam pemaparannya, Sumarno menjelaskan bahwa akuntansi komersial berorientasi pada kinerja keuangan perusahaan, khususnya perhitungan laba dan rugi. Sementara itu, akuntansi pemerintahan berfokus pada pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada publik.

“Akuntansi komersial fokus pada laba dan rugi perusahaan. Sedangkan akuntansi pemerintahan merupakan bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang harus transparan dan dapat diawasi oleh masyarakat,” ujar Sumarno.

Ia menekankan bahwa perbedaan tersebut penting dipahami mahasiswa agar tidak menyamakan karakter pengelolaan keuangan sektor swasta dengan sektor publik, yang memiliki dimensi akuntabilitas lebih luas.

Akuntansi Pemerintahan Menyangkut Uang Publik

Sumarno menambahkan bahwa pengelolaan keuangan pemerintah berkaitan langsung dengan uang rakyat, sehingga prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas menjadi keharusan.

“Keuangan pemerintah itu adalah uang publik. Setiap rupiah yang dikelola harus bisa dipertanggungjawabkan secara terbuka dan jelas kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, akuntansi pemerintahan bukan hanya soal pencatatan angka, tetapi juga soal integritas dalam menyampaikan informasi keuangan yang benar.

BACA JUGA: Mahasiswa UB Bisa Raih Double Degree dari Taiwan dan Malaysia Lewat Program Baru

Mahasiswa Diminta Pahami Konteks di Balik Angka

Dalam sesi diskusi, Sumarno mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami aspek teknis akuntansi, tetapi juga konteks kebijakan dan tanggung jawab moral di balik laporan keuangan.

“Akuntan tidak cukup hanya bisa membaca angka. Yang lebih penting adalah memahami konteks dan tanggung jawab di balik angka-angka tersebut,” katanya menanggapi pertanyaan mahasiswa.

Mahasiswa juga mengajukan pertanyaan seputar pengelolaan anggaran daerah, mekanisme pengawasan keuangan, serta tantangan penerapan akuntansi pemerintahan di lapangan.

Bekal Praktis bagi Mahasiswa Akuntansi

Kegiatan kuliah lapangan ini dinilai memberikan nilai tambah bagi mahasiswa akuntansi UNDIP karena memberikan gambaran langsung mengenai praktik pengelolaan keuangan di sektor publik. Sejumlah mahasiswa menyebut paparan tersebut membantu mereka memahami perbedaan nyata antara teori akuntansi di bangku kuliah dengan praktik di pemerintahan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang akuntansi pemerintahan sebagai bekal memasuki dunia kerja, khususnya bagi mereka yang berminat berkarier di sektor publik dan pemerintahan. (*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

KKN Tematik UNIDA Gontor Gerakkan Ekonomi Desa Wakah melalui Sosialisasi Tepung Lawu Mocaf dan Bazar UMKM

28 Februari 2026 - 15:51 WIB

Mahasiswi KKN Tematik UNIDA Gontor sosialisasi tepung mocaf kepada warga Desa Wakah

SEMAR TBC: Cara Unik Mahasiswa UIN Jakarta Hidupkan Kembali Peran Kader di Parigi Baru

25 Februari 2026 - 22:49 WIB

Mahasiswa UIN Jakarta menayangkan Program SEMAR TBC kepada warga RW 05 Parigi Baru

Viral Alumni LPDP, Purbaya Tegaskan Pengembalian Dana dan Ancaman Blacklist

23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pernyataan pemerintah terkait Alumni LPDP Viral dan pengembalian dana

LMND Dorong Wajib Belajar Gratis 17 Tahun dalam RUU Sisdiknas

21 Februari 2026 - 18:22 WIB

LMND dorong wajib belajar 17 tahun dalam pembahasan RUU Sisdiknas

Supervisi akademik yang humanis sebagai kunci implementasi pembelajaran berdiferensiasi

16 Februari 2026 - 18:07 WIB

supervisi akademik humanis

“Peak” KAHMI Universitas Trisakti di Garda Terdepan Kepemimpinan Bangsa?

5 Februari 2026 - 17:54 WIB

Kepemimpinan KAHMI Trisakti
Trending di Opini