Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 16 Feb 2026 18:07 WIB ·

Supervisi akademik yang humanis sebagai kunci implementasi pembelajaran berdiferensiasi


 Gambar ilustrasi dibuat oleh AI Perbesar

Gambar ilustrasi dibuat oleh AI

Perubahan kebijakan Pendidikan di Indonesia melalui kurikulum merdeka membawa semangat baru dalam proses pembelajaran salah satu nya melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Konsep ini menuntut guru untuk mampu memahami perbedaan karakteristik, minat, serta gaya belajar setiap peserta didik.

Namun implementasi konsep tersebut tentu tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya system pendampingan yang terarah dan ber kelanjutan.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMP Lab school FIP UMJ, dapat di lihat bahwa supervise akademik memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi.

Supervise di sekolah ini tidak dipahami sebagai bentuk pengawasan yang menekan, melainkan sebagai peroses pembinaan perofesional yang dilakukan secara sistematis dan kolaboratif.

Pelaksanaa supervise dilakukan melaui tahapan yang jelas yaitu pra-observasi, observasi dan pasca observasi. pada tahapan pra-observasi guru dan supervisor berdiskusi mengenai perangkat ajar, strategi pembelajaran serta tujuan yang ingin dicapai.

BACA JUGA: Tak Sekadar Akademik, Tio Rizki Kurniawan Aktivis Muda Kalbar Uji Tesis Soal Rokok Tanpa Cukai

Tahap observasi dilakukan secara langsung di kelas untuk melihat proses pembelajaran berlangsung khususnya dalam penerapan diferensiasi sesuai kebutuhan siswa. Selanjutnya pada tahap pasca observasi, dilakukan refleksi Bersama untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Pendekatan supervisi yang digunakan bersifat non-direktif dengan pola coaching. Artinya supervisor lebih banyak mengajajk guru untuk merefleksikan praktik pembelajaran yang telah dilakukan di bandingkan memberikan instruksi secara sepihak pendekatan ini menciptakan suasana yang terbuka dan saling menghargai, sehinggga guru merasa di damping dalam proses pengembangan kompetensi bukan sekedar di nilai.

Dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi guru melakukan asesmen di agnostic untuk mengidentifikasi gaya belajar siswa seperti visual, auditori, dan kinestetik.

Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang bervariasi baik pada aspek, materi, peroses, maupun produk pembelajaran. Selain itu pendekatan deep learning juga diterapkan agar siswa tidak hanya memahami materi secara permukaan, tetapi mampu mengaitkan dengan konteks kehidupan nyata.

Hasil observasi menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan motivasi belajar sisiwa terlihat lebih aktif dan memiliki kesempatan untuk belajar sesuai potensi masing-masing.

Meski demikian terdapat tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan waktu dan beban guru. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah membangun budaya berbagi melalui diskusi rutin dan forum ferleksi antar guru

Menurut pendapat saya praktik supervise akademik yang diterapkan di SMP Lab school FIP UMJ menunjukkan bahwa keberhasilan kurikulum merdeka sangat bergantung pada kualitas pendampingan guru di tingkat satuan Pendidikan.

Supervisi yang humaris, relatif, dan berkelanjutan mampu menjadi jembatan antara kebijakan nasional dengan realitas pembelajaran di kelas.

Dengan demikian supervise akademik tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi sebagai sarana penguatan profesionalisme guru.

Apabila pola ini dapat diterapkan secara konsisten di berbagai sekolah, maka pembelajaran berdiferensiasi bukan hanya menjadi konsep normatif dalam dokumen kurikulum, melainkan benar- benar terwujud dalam praktik pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Penulis: Azzahra Enok Alifah, NIM: 2486207008
Mahasiswi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
Univ. Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (UPTIQ) Jakarta

Editor: Dzulkarnain
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Artikel ini telah dibaca 76 kali

Baca Lainnya

KKN Tematik UNIDA Gontor Gerakkan Ekonomi Desa Wakah melalui Sosialisasi Tepung Lawu Mocaf dan Bazar UMKM

28 Februari 2026 - 15:51 WIB

Mahasiswi KKN Tematik UNIDA Gontor sosialisasi tepung mocaf kepada warga Desa Wakah

SEMAR TBC: Cara Unik Mahasiswa UIN Jakarta Hidupkan Kembali Peran Kader di Parigi Baru

25 Februari 2026 - 22:49 WIB

Mahasiswa UIN Jakarta menayangkan Program SEMAR TBC kepada warga RW 05 Parigi Baru

Viral Alumni LPDP, Purbaya Tegaskan Pengembalian Dana dan Ancaman Blacklist

23 Februari 2026 - 17:01 WIB

Pernyataan pemerintah terkait Alumni LPDP Viral dan pengembalian dana

LMND Dorong Wajib Belajar Gratis 17 Tahun dalam RUU Sisdiknas

21 Februari 2026 - 18:22 WIB

LMND dorong wajib belajar 17 tahun dalam pembahasan RUU Sisdiknas

KKN sebagai Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

4 Februari 2026 - 11:49 WIB

KKN Tri Dharma

Peran Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat melalui KKN

4 Februari 2026 - 11:40 WIB

peran mahasiswa KKN
Trending di Pendidikan