PONTIANAK — Nama Tio Rizki Kurniawan bukan sosok asing dalam dinamika gerakan pemuda dan aktivisme Kalimantan Barat. Rekam jejaknya di dunia organisasi, advokasi, dan gerakan sosial telah lama dikenal, menjadikannya salah satu figur muda yang konsisten menyuarakan isu keadilan, etika, dan kepentingan publik.
Kini, konsistensi itu dibawanya ke ruang akademik.
Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Pontianak tersebut dijadwalkan menjalani Ujian Terbuka Tesis pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana, Gedung Terpadu IAIN Pontianak.
Tesis yang diusung berjudul “Etika Bisnis Islam Penjualan Rokok Tanpa Pita Cukai oleh Pedagang Muslim Urban Kota Pontianak”—sebuah kajian yang tidak sekadar akademik, tetapi sarat muatan kritik sosial dan keberpihakan pada etika publik.
BACA JUGA: Malam Reuni Warnai Rangkaian Gebyar Ahwal Syakhsiyyah VII
Aktivisme yang Naik Kelas ke Ranah Ilmiah
Berbeda dari penelitian normatif yang aman dan steril dari realitas, Tio memilih menelusuri praktik penjualan rokok tanpa pita cukai—isu sensitif yang kerap dianggap tabu disentuh secara terbuka. Penelitian ini mengupas praktik tersebut dari sudut pandang etika bisnis Islam, menempatkan moralitas, kepatuhan hukum, dan tanggung jawab sosial sebagai variabel utama.
Langkah ini mempertegas bahwa aktivisme tidak berhenti di jalanan atau mimbar organisasi, tetapi juga harus diuji dan dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ujian Terbuka, Gagasan Terbuka
Ujian terbuka ini menjadi forum penting untuk menguji konsistensi gagasan, kekuatan metodologi, serta keberanian intelektual dalam membedah praktik ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat. Kehadiran publik dalam ujian ini sekaligus menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh terputus dari realitas sosial.
Bagi banyak kalangan aktivis, momentum ini dipandang sebagai contoh konkret bagaimana gerakan pemuda dapat naik kelas: dari kritik normatif menuju analisis berbasis data dan etika keilmuan.
Simbol Perlawanan Etis dalam Ekonomi Syariah
Di tengah maraknya praktik ekonomi yang mengabaikan etika dan regulasi, tesis ini menjadi pengingat bahwa ekonomi syariah bukan sekadar label, tetapi sistem nilai yang menuntut keberanian sikap. Ujian terbuka ini tidak hanya menjadi penentu akademik bagi Tio Rizki Kurniawan, tetapi juga simbol perlawanan etis terhadap praktik ekonomi yang merugikan publik.
Reporter: Rm












