Pontianak — Mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Tio Rizki Kurniawan, SE., ME, meraih penghargaan sebagai penulis tesis terbaik tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan melalui Piagam Penghargaan bernomor B-110/In.15/PP.00.9/PPs/04/2026.
Tio, dengan NIM 22342002, dinilai menghasilkan karya akademik unggul melalui tesis berjudul “Etika Bisnis Islam Dalam Penjualan Rokok Tanpa Pita Cukai Oleh Pedagang Muslim Urban Kota Pontianak.” Penelitian ini berasal dari Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) Pascasarjana IAIN Pontianak.
Penetapan sebagai tesis terbaik menunjukkan bahwa karya tersebut memenuhi standar akademik tinggi, baik dari sisi relevansi isu, kedalaman analisis, maupun kontribusi terhadap pengembangan kajian ekonomi syariah, khususnya pada praktik bisnis di sektor informal perkotaan.
BACA JUGA: Tak Sekadar Akademik, Tio Rizki Kurniawan Aktivis Muda Kalbar Uji Tesis Soal Rokok Tanpa Cukai
Perspektif Peneliti: Riset Harus Menjawab Realitas Sosial
Saat diwawancarai oleh wartawan AktivisMahasiswa.com, Tio Rizki Kurniawan menegaskan bahwa riset yang ia lakukan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan akademik, tetapi berangkat dari persoalan riil di masyarakat.
“Fenomena penjualan rokok tanpa pita cukai ini nyata terjadi dan bersentuhan langsung dengan aspek hukum serta etika bisnis. Karena itu, saya melihat penting untuk mengkajinya secara serius, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam perspektif nilai,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa karya ilmiah mahasiswa seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen formal, melainkan memiliki relevansi yang lebih luas.
“Riset mahasiswa harus mampu menjawab persoalan nyata dan menjadi bagian dari diskursus publik. Jika hanya berhenti di ruang akademik, maka kontribusinya sangat terbatas,” tegasnya.

Apresiasi: Indikator Kekuatan Riset Mahasiswa
Apresiasi atas capaian tersebut juga disampaikan oleh Sekretaris Umum BADKO HMI Kalimantan Barat, Muhlas, S.H., M.H. Ia menilai penghargaan yang diraih Tio menunjukkan bahwa karya akademik mahasiswa masih memiliki daya kritis dalam membaca realitas sosial.
“Tema yang diangkat tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan persoalan kepatuhan hukum dan etika bisnis di masyarakat. Ini penting karena riset seperti ini tidak berhenti pada teori, tetapi berpotensi memberi kontribusi dalam diskursus publik,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut juga menjadi indikator bahwa penelitian berbasis isu lokal tetap memiliki nilai strategis selama dibangun dengan kerangka analisis yang kuat dan berbasis data.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan bahwa penelitian yang relevan dengan kondisi lapangan memiliki peluang lebih besar untuk memberi dampak, baik dalam pengembangan keilmuan maupun pada tataran kebijakan.
Reporter: Dzulkarnaen










