Menu

Mode Gelap
 

Sosial & Demokrasi · 2 Feb 2026 18:22 WIB ·

Viral di Pontianak, Lampion Imlek dan Lampu Ketupat Ramadhan Hiasi Jalan Gajah Mada


 Penampakan **Jalan Gajah Mada, Pontianak**, dihiasi lampion Imlek dan lampu ketupat Ramadhan yang terpasang bersamaan menjelang dua perayaan besar. Perbesar

Penampakan **Jalan Gajah Mada, Pontianak**, dihiasi lampion Imlek dan lampu ketupat Ramadhan yang terpasang bersamaan menjelang dua perayaan besar.

PONTIANAK — Di Jalan Gajah Mada, cahaya malam tidak hanya menerangi jalan, tetapi juga menegaskan wajah Kota Pontianak. Menjelang Tahun Baru Imlek dan datangnya bulan suci Ramadhan, lampion merah dan lampu ketupat menyala berdampingan di ruas jalan utama kota ini.

Pemandangan tersebut menjadi viral di media sosial. Bukan semata karena keunikannya, tetapi karena pesan yang tampak jelas: Pontianak adalah kota yang memberi ruang bagi perbedaan untuk hadir bersama, tanpa perlu dipertentangkan.

Lampion Imlek tetap berdiri sebagai simbol perayaan masyarakat Tionghoa. Lampu ketupat tetap menyala sebagai penanda Ramadhan bagi umat Muslim. Keduanya tidak disembunyikan, tidak dipisahkan, dan tidak dipertukarkan waktunya. Kota ini memilih menghadirkan keduanya secara bersamaan.

Inilah wajah toleransi yang hidup di ruang publik. Bukan dalam bentuk slogan, bukan pula dalam pidato seremonial, tetapi dalam tata kota yang menghargai keberagaman warganya. Jalan Gajah Mada menjadi saksi bagaimana perbedaan tidak harus diseragamkan untuk bisa berdampingan.

BACA JUGA: Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Rumania Digelar di Bali

Kota yang Menghargai Perbedaan

Bagi warga Pontianak, keberadaan dua simbol perayaan besar ini bukan ancaman, melainkan bagian dari keseharian. Aktivitas kota berjalan normal, arus lalu lintas tetap padat, dan kehidupan sosial tetap berlangsung di bawah cahaya lampion dan lampu ketupat yang menyala bersamaan.

Pemandangan ini memperlihatkan Pontianak sebagai kota yang tidak canggung dengan perbedaan. Kota yang membiarkan identitas hadir apa adanya, tanpa rasa curiga, tanpa keharusan memilih salah satu.

Cahaya yang Berbicara

Foto dan video Jalan Gajah Mada yang diterangi dua simbol perayaan ini ramai dibagikan warganet. Banyak yang menyebutnya sebagai potret kota yang damai, indah, dan terbuka. Sebuah gambaran tentang Indonesia dalam skala jalanan kota.

Lampion dan lampu ketupat mungkin hanya hiasan sementara. Namun selama ia menyala, Pontianak menunjukkan dirinya: kota toleransi, kota yang menghargai perbedaan, kota yang membiarkan cinta damai hadir tanpa perlu banyak kata.

 

Lampu ketupat menghiasi Jalan Gajah Mada, Pontianak, sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadhan.

Lampion Imlek terpasang di sepanjang Jalan Gajah Mada, Pontianak, menyambut perayaan Tahun Baru Imlek.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Forhati Pontianak Gelar Forhati Peduli, Bagikan Sembako dan Buka Puasa Bersama Dhuafa

9 Maret 2026 - 23:51 WIB

Kegiatan Forhati Peduli Pontianak dengan pembagian sembako kepada dhuafa saat Ramadan

GMKI Kalbar Soroti Dugaan Kekerasan Polisi di Tual, Reformasi Polri Dinilai Belum Serius

23 Februari 2026 - 15:31 WIB

sorotan publik terhadap Reformasi Polri usai kasus Tual

Darah di Jalan Tual, Negara Tak Boleh Lagi Bersembunyi di Balik Seragam

21 Februari 2026 - 19:45 WIB

Ramos - Tokoh Pemuda Kalimantan Barat

HMI Tabrani Tuding Brimob di Maluku Bertindak Brutal: Polri Butuh Reformasi, Bukan Pemolesan!

21 Februari 2026 - 19:33 WIB

HMI Tabrani menyampaikan sikap terkait Reformasi Polri dan kasus Brimob di Maluku

Bawaslu Palangka Raya Gandeng GMNI, Perkuat Pengawasan Partisipatif Berbasis Gerakan Mahasiswa

18 Februari 2026 - 07:16 WIB

Pengawasan Partisipatif

Jelang Ramadhan, PAC Ansor Benua Kayong Bagikan 250 Paket Sembako

17 Februari 2026 - 06:15 WIB

bagi sembako Ramadhan
Trending di Sosial & Demokrasi