PALANGKA RAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Palangka Raya periode 2025–2027 resmi dikukuhkan pada Jumat, 13 Februari 2026, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya. Dida Pramida dilantik sebagai ketua bersama jajaran pengurus baru.
Pelantikan berlangsung khidmat dengan mengusung tema, “Meneguhkan Integritas dan Militansi Marhaenis GMNI Palangka Raya demi Terwujudnya Trisakti Bung Karno di Bumi Tambun Bungai.”
Prosesi pengukuhan dihadiri Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Kalimantan Tengah, DPC Persatuan Alumni (PA) GMNI Palangka Raya, serta perwakilan Pemerintah Kota Palangka Raya yang diwakili Sekretaris Daerah/Asisten mewakili Wali Kota.
Sejumlah organisasi kemahasiswaan seperti Kelompok Cipayung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa (Hima) daerah turut hadir.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan posisi GMNI sebagai bagian dari dinamika sosial dan politik di Kota Palangka Raya.
BACA JUGA: Sejarah GMNI: Latar Belakang, Perkembangan, dan Peran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
Dalam sambutannya, Dida Pramida menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi sesuai garis ideologis dan konstitusi organisasi.
“Kami menyadari amanah ini merupakan tanggung jawab ideologis. DPC GMNI Palangka Raya akan bergerak berdasarkan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) serta tunduk pada AD/ART,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya internalisasi nilai Marhaenisme dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, GMNI harus menjadi ruang kaderisasi yang konsisten melahirkan kader berintegritas.
“GMNI bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Militansi kader tidak boleh luntur oleh kepentingan sesaat. Trisakti Bung Karno—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—harus diwujudkan secara konkret di Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru GMNI Palangka Raya untuk periode 2025–2027 dengan agenda penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi di tingkat daerah.
(*Red/Dp berkontribusi dalam tulisan ini)












