Kampus
Beranda » Ketua STITDAR Kubu Raya Jadi Sorotan, Muncul Perdebatan Terkait Ruang Aspirasi Mahasiswa dan Netralitas dalam Pemirama

Ketua STITDAR Kubu Raya Jadi Sorotan, Muncul Perdebatan Terkait Ruang Aspirasi Mahasiswa dan Netralitas dalam Pemirama

Ilustrasi Pemirama STITDAR dengan simbol demokrasi, netralitas, dan partisipasi mahasiswa

Kubu Raya – Pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemirama) di Kampus STITDAR Kubu Raya tengah menjadi perhatian civitas akademika.

Di tengah berlangsungnya proses pemilihan, muncul perdebatan di kalangan mahasiswa terkait ruang penyampaian aspirasi serta pentingnya menjaga netralitas pihak kampus dalam penyelenggaraan Pemirama.

Sejumlah mahasiswa menyampaikan bahwa ruang untuk menyampaikan kritik, masukan, dan pendapat perlu tetap terbuka.

Menurut mereka, kebebasan menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab merupakan bagian penting dari kehidupan akademik sekaligus proses demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Di sisi lain, sebagian mahasiswa juga menyoroti pentingnya netralitas Ketua STITDAR Kubu Raya, Dr. Imam Sanusi, dalam pelaksanaan Pemirama.

Mahasiswa Soroti Pengajuan Audiensi HMPS MPI STITDAR Kubu Raya, Pertanyakan Status Kepengurusan

Mereka berharap pimpinan kampus dapat menjaga posisi yang profesional dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon.

Menurut mereka, sikap netral diperlukan agar proses pemilihan dapat berjalan secara adil, transparan, serta sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pendi, mahasiswa STITDAR Kubu Raya yang turut mengamati dinamika organisasi kemahasiswaan di kampus tersebut, menilai bahwa keterbukaan terhadap kritik dan jaminan ruang aspirasi merupakan bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat di lingkungan perguruan tinggi.

“Mahasiswa harus memiliki ruang untuk menyampaikan kritik, saran, dan pendapat secara bertanggung jawab. Hal itu merupakan bagian dari proses pembelajaran demokrasi dan kehidupan akademik yang sehat,” ujarnya.

Menurut Pendi, prinsip netralitas juga perlu dijaga oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pemirama. Ia menilai netralitas penting untuk menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap proses maupun hasil pemilihan.

Ketua HMI Komisariat STITDAR Dukung Penuh Pelaksanaan Pemirama oleh KPUM STITDAR Kubu Raya

“Pemirama seharusnya menjadi ruang pembelajaran politik yang baik bagi mahasiswa. Karena itu, setiap pihak perlu menjaga profesionalisme agar prosesnya berjalan adil, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis, berbagai pandangan mengenai isu tersebut masih menjadi bahan diskusi di lingkungan kampus.

Belum terdapat informasi yang dapat memverifikasi berbagai asumsi maupun spekulasi yang berkembang.

Oleh karena itu, komunikasi dan klarifikasi terbuka dari seluruh pihak terkait dinilai penting guna memberikan pemahaman yang utuh kepada mahasiswa.

Mahasiswa berharap proses Pemirama dapat berlangsung dengan baik, menjunjung tinggi prinsip demokrasi, serta menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan yang positif bagi seluruh civitas akademika STITDAR Kubu Raya.

Mahasiswa Teknik Sipil UNEJ Juara 1 Bridge Design Competition 2026 di NTU Singapura

Mereka juga berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan disahkan oleh pihak kampus.

(*Red/Rls mahasiswa STITDAR Kubu Raya berkontribusi pada tulisan ini)

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa