Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) resmi meluncurkan logo Hari Lahir (Harlah) ke-66 yang mengusung tema “Aksi Nyata untuk Indonesia”. Peluncuran ini menjadi penegasan arah gerakan PMII yang berorientasi pada kerja-kerja konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Harlah ke-66 yang diperingati pada 17 April 2026 diposisikan sebagai momentum refleksi sekaligus konsolidasi gerakan. Pada fase ini, PMII dinilai tidak cukup hanya memproduksi wacana, tetapi dituntut menghadirkan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari sosial, pendidikan, hingga kebijakan publik.
Logo yang diluncurkan merupakan hasil sayembara nasional dengan pendekatan visual modern dan sarat makna filosofis. Secara desain, angka “66” dibuat menanjak ke atas yang melambangkan optimisme, pertumbuhan, dan arah gerak progresif organisasi.
BACA JUGA: PMII Se-IAIN Pontianak Tetapkan Ketua Rayon Masa Khidmat 2026–2027
Lekukan angka 6 juga merepresentasikan simbol tak hingga (infinity) yang mencerminkan keberlanjutan perjuangan kader PMII. Hal ini menegaskan bahwa gerakan PMII tidak bersifat temporer, tetapi terus bertransformasi dan beradaptasi dengan dinamika zaman.
Dari sisi warna, penggunaan merah putih menegaskan komitmen nasionalisme, sementara gradasi biru melambangkan keluasan intelektual. Adapun gradasi kuning hingga oranye merepresentasikan semangat, energi, dan optimisme masa depan.
Tema “Aksi Nyata untuk Indonesia” sekaligus menjadi penegasan kritik internal bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh berhenti pada diskursus semata. PMII menempatkan kader sebagai aktor perubahan yang harus hadir dengan solusi nyata di tengah masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya konsolidasi visual gerakan, panitia juga menyediakan file resmi logo yang dapat diakses dan digunakan oleh kader serta publik melalui tautan berikut: https://bit.ly/pmii66tahun
Dengan peluncuran logo ini, PMII menegaskan bahwa Harlah ke-66 bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi titik tolak untuk memperkuat peran organisasi sebagai kekuatan transformasi yang solutif, adaptif, dan berdampak bagi Indonesia.










