Mahasiswa Organisasi
Beranda » PMII Se-IAIN Pontianak Tetapkan Ketua Rayon Masa Khidmat 2026–2027

PMII Se-IAIN Pontianak Tetapkan Ketua Rayon Masa Khidmat 2026–2027

PONTIANAK – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) se-Komisaritat IAIN Pontianak secara resmi menetapkan kepengurusan baru tingkat rayon untuk masa khidmat 2026–2027 sebagai bagian dari proses regenerasi dan kaderisasi organisasi di lingkungan kampus.

Penetapan kepengurusan baru tersebut menandai dimulainya estafet kepemimpinan di masing-masing rayon PMII IAIN Pontianak. Langkah ini merupakan bagian dari agenda organisasi dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan penguatan struktur kader di tingkat komisariat.

Berdasarkan keputusan yang ditetapkan, formatur ketua rayon terpilih terdiri dari Agus Suprianto sebagai Formatur Ketua Rayon Az-Zarnuji dan Utin Qurratu Ainy sebagai Formatur Ketua Rayon Syekh Mahfud At-Tirmasi. Selain itu, Dhita Andhini ditetapkan sebagai Ketua Rayon Persiapan Maulana Jalaluddin Rumi.

Selanjutnya, Rasya Putri Kumalasari dipercaya sebagai Formatur Ketua Rayon Syariah, sementara Fiki Ardiansyah ditetapkan sebagai Formatur Ketua Rayon Abu-Hanifah. Para formatur tersebut akan memimpin proses penyusunan kepengurusan rayon untuk periode kepemimpinan yang baru.

BACA JUGA: Sejarah Berdirinya PMII: Latar Belakang, Peran, dan Dinamika Perkembangan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Mahasiswa Arsitektur Unimal Pamerkan Karya Mitigasi Bencana di Forum Internasional DR3 Aceh 2026

Kepengurusan rayon PMII masa khidmat 2026–2027 diharapkan dapat memperkuat peran organisasi di lingkungan IAIN Pontianak, khususnya dalam pengembangan intelektual mahasiswa, kaderisasi berkelanjutan, serta kegiatan pengabdian sosial.

Periode kepengurusan ini dinilai strategis bagi PMII se-Komisaritat IAIN Pontianak dalam memperkuat konsolidasi internal dan merespons dinamika akademik serta sosial melalui gerakan mahasiswa yang kritis dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Reporter: Dz

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa