Kemajuan teknologi digital, khususnya kehadiran media sosial, telah mengubah cara manusia berkomunikasi secara signifikan.
Jika sebelumnya interaksi lebih banyak dilakukan secara tatap muka, kini masyarakat cenderung memanfaatkan platform digital seperti Instagram, WhatsApp, dan Twitter untuk berhubungan dengan orang lain.
Perubahan ini menunjukkan bahwa komunikasi semakin dipengaruhi oleh teknologi yang menawarkan kecepatan dan kemudahan.
Media sosial memberikan berbagai kemudahan dalam proses komunikasi. Seseorang dapat menyampaikan pesan kapan saja dan di mana saja tanpa terhalang jarak.
Fitur-fitur seperti pesan instan, panggilan video, serta kolom komentar membuat interaksi menjadi lebih beragam dan fleksibel. Hal ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang sering berkoordinasi dalam tugas atau berbagi informasi dengan cepat.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa perubahan dalam pola komunikasi. Interaksi menjadi lebih singkat dan cenderung kurang mendalam dibandingkan komunikasi langsung.
Pesan yang disampaikan melalui teks sering kali berpotensi menimbulkan kesalahpahaman karena tidak disertai ekspresi wajah, nada suara, maupun bahasa tubuh. Selain itu, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat mengurangi kualitas hubungan sosial secara langsung.
Fenomena ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak mahasiswa lebih memilih berdiskusi melalui grup chat daripada bertemu langsung.
Meskipun lebih praktis, cara ini sering menimbulkan miskomunikasi karena perbedaan penafsiran pesan. Dalam hubungan pertemanan pun, komunikasi melalui media sosial terkadang terasa kurang hangat dibandingkan interaksi secara langsung.
Secara keseluruhan, media sosial telah membawa perubahan besar dalam cara manusia berkomunikasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Meskipun demikian, penggunaan media sosial juga perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kualitas komunikasi.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menggunakan media sosial secara bijak serta tetap mempertahankan komunikasi langsung agar hubungan sosial tetap terjaga dengan baik.
Penulis: Nadya Putri Setiawan, NIM: 1152500109
Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor: Dzulkarnain
Bahasa: Darsono. AR
Dukung kami melalui donasi:



