MEMPAWAH – Persatuan Mahasiswa Mempawah (PRISMA) mengapresiasi respons cepat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat atas usulan pengadaan masker bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kecamatan Sungai Pinyuh dan sekitarnya.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul komunikasi antara PRISMA dan jajaran Dinkes Provinsi Kalbar terkait kondisi kualitas udara yang dilaporkan mulai memburuk akibat kabut asap.
Ketua Umum PRISMA menyatakan Dinkes Kalbar menunjukkan sikap terbuka dan segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dengan memproses pengadaan serta menyiapkan rencana distribusi masker.
“Kami mengapresiasi respons cepat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Komunikasi yang terjalin berjalan konstruktif dan mereka langsung merespons laporan kondisi udara di Pinyuh dengan komitmen memproses pengadaan masker,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
BACA JUGA: PRISMA Mempawah Desak Penindakan Tegas Pelaku Karhutla di Desa Galang
Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai upaya mitigasi dini guna mencegah peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah potensi paparan asap yang semakin pekat.
Kecamatan Sungai Pinyuh disebut menjadi perhatian karena tingginya mobilitas warga serta posisinya yang rentan terdampak kabut asap. PRISMA menilai intervensi sejak tahap awal dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
PRISMA juga menyoroti beberapa aspek positif dari respons Dinkes Kalbar, antara lain keterbukaan informasi terkait proses pengadaan, kepekaan terhadap potensi krisis kesehatan, serta sinergi antara pemerintah daerah dan mahasiswa sebagai representasi aspirasi masyarakat.
Meski demikian, PRISMA berharap proses administratif pengadaan masker dapat segera diselesaikan agar distribusi bantuan bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
“Harapan kami, proses ini berjalan lancar sehingga masker dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Pinyuh dan wilayah sekitarnya,” kata perwakilan PRISMA.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengadaan masker dilaporkan masih dalam tahap persiapan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
(*Red/Rms berkontribusi pada tulisan ini)












