Menu

Mode Gelap
 

Sosial & Demokrasi · 27 Mar 2026 04:08 WIB ·

Studi Princeton–SMRC: Media Sosial Terbukti Berdampak Negatif pada Kesehatan Mental, Berhenti Jadi Solusi


 Ilustrasi penggunaan media sosial terkait dampak media sosial mental pada pengguna muda Perbesar

Ilustrasi penggunaan media sosial terkait dampak media sosial mental pada pengguna muda

Jakarta – Studi eksperimental yang dilakukan Princeton University bekerja sama dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa penggunaan media sosial berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Sebaliknya, menghentikan penggunaan media sosial terbukti mampu memperbaiki kondisi mental secara signifikan.

Penelitian ini menjadi penting karena selama ini perdebatan soal dampak media sosial terhadap kesehatan mental belum memiliki bukti kausal yang kuat. Melalui pendekatan eksperimen, studi ini menunjukkan hubungan langsung antara penggunaan media sosial dan penurunan kualitas kesehatan mental.

Peneliti Princeton University, Nicholas Kuipers, menyatakan bahwa peningkatan kesehatan mental terjadi secara lebih signifikan pada individu yang berhenti menggunakan media sosial, terutama jika dilakukan bersama seluruh anggota rumah tangga.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan 1.502 responden dari 30 ibu kota provinsi di Indonesia yang dipilih secara acak. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan membagi responden ke dalam tiga kelompok: kelompok yang berhenti menggunakan media sosial, kelompok yang berhenti bersama keluarga, dan kelompok yang tetap menggunakan media sosial seperti biasa.

BACA JUGA: Normalisasi Pelanggaran Etik Media di Era Konten Cepat

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang menghentikan penggunaan media sosial mengalami peningkatan kesehatan mental, sementara kelompok yang tetap menggunakan media sosial justru mengalami penurunan. Efek paling kuat ditemukan pada kelompok yang berhenti secara kolektif bersama keluarga.

Dalam pengukuran lebih rinci, studi ini juga menemukan bahwa penghentian penggunaan media sosial berkontribusi pada penurunan tingkat kecemasan. Kelompok yang tetap menggunakan media sosial justru mengalami peningkatan skor kecemasan, sementara kelompok yang berhenti menunjukkan penurunan yang signifikan.

Selain itu, data menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya Gen-Z, merupakan kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental dibandingkan generasi lainnya.

Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial bukan faktor netral, melainkan memiliki dampak nyata terhadap kondisi psikologis pengguna, dan penghentian penggunaannya—terutama secara kolektif—memberikan efek pemulihan yang terukur.

(MZB)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Dibahas dalam Forum Nasional, Legitimasi Publik Indonesia atas Perang Amerika–Israel Dinilai Problematis

2 April 2026 - 09:12 WIB

Forum nasional membahas legitimasi publik perang Amerika Israel terhadap Iran di Jakarta

Impunitas, dan Ilusi Negara Hukum: Membaca Kasus Andrie Yunus

1 April 2026 - 13:05 WIB

Aktivis Disiram Air Keras, PB IKAMI Sulsel Desak APH Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus

30 Maret 2026 - 16:46 WIB

Oknum Fungsionaris PB HMI Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan, Kasus Viral di Kalangan Mahasiswa

27 Maret 2026 - 02:58 WIB

Ilustrasi dugaan pelecehan mahasiswa dalam lingkungan organisasi kampus di Indonesia

Aktivis Mahasiswa Diteror, Demokrasi Dipertanyakan: Ketua BADKO HMI Jabar Disasar OTK

25 Maret 2026 - 12:00 WIB

Situasi teror aktivis mahasiswa di Jawa Barat yang menyoroti ancaman terhadap kebebasan berpendapat

IKAMI Sulsel Pontianak dan HIPMI PT Gelar Ramadhan Beriman, Salurkan Santunan di Panti Asuhan Nurul Iman

18 Maret 2026 - 16:43 WIB

Kegiatan santunan anak yatim oleh IKAMI Sulsel dan HIPMI PT di panti asuhan Pontianak
Trending di Sosial & Demokrasi