Malang – Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Negeri Malang (UM) turun langsung ke lapangan untuk mendampingi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumberdem dalam upaya pengembangan manajemen wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Kegiatan Pengabdian Wajib Mahasiswa (PWM) ini melibatkan dua mahasiswa, yakni Farel Ilham Pamungkas dan Pandu Yudi Putra, di bawah bimbingan Prof. Dr. Agung Winarno, M.M. serta Prof. Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M.
Potensi Wisata yang Belum Optimal
Pokdarwis Sumberdem sejatinya memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Ragam produk wisata telah tersedia, mulai dari wisata edukasi budaya, wisata agro, hingga wisata petualangan alam.
Namun potensi tersebut dinilai belum terkelola secara optimal. Standarisasi produk wisata, penyusunan paket wisata terstruktur, dan penguatan SDM pemandu wisata menjadi sejumlah tantangan utama yang dihadapi.
Selain itu, pemasaran masih dilakukan secara terbatas melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram, serta promosi dari mulut ke mulut.
Meskipun website SIWISDEM (Sistem Informasi Wisata Desa) telah dirintis, platform ini belum berfungsi optimal akibat miskomunikasi terkait kepemilikan akun antara SMK N 1 Wonosari, Pokdarwis, dan BUMDes setempat.

Enam Program Pendampingan
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, tim mahasiswa UM merancang enam program pendampingan yang menyasar aspek produktif maupun non-produktif.
Pertama, Pelatihan Pemandu Wisata yang dilaksanakan bekerja sama dengan SMKN Wonosari, mencakup orientasi budaya lokal, teknik pemanduan, hingga simulasi tur. Program ini ditargetkan menghasilkan minimal 10 pemandu wisata terlatih bersertifikat.
Kedua, Workshop Pemantapan Paket Wisata, guna merancang 2–3 paket wisata terstruktur lengkap dengan brosur digital dan daftar harga resmi yang siap ditawarkan kepada wisatawan grup maupun individu.
Ketiga, Pendampingan Promosi Wisata untuk menyelaraskan produk UKM dan kuliner lokal dengan kebutuhan wisatawan, termasuk kurasi produk, pelatihan pengemasan (packaging), dan integrasinya ke dalam paket wisata.
Keempat, Vitalisasi SIWISDEM, meliputi fasilitasi pertemuan koordinasi lintas lembaga antara Pokdarwis, SMK N 1 Wonosari, dan BUMDes, penyusunan MoU pengelolaan website, serta pelatihan admin konten digital agar website wisata desa kembali aktif dan terupdate.
Kelima, Pelatihan Manajemen Organisasi Pokdarwis, mencakup penyusunan AD/ART, SOP, rencana kerja tahunan, hingga sesi coaching manajerial oleh tim mahasiswa MM UM.
Keenam, Sosialisasi kepada Masyarakat terkait pentingnya wisata berbasis budaya, pembentukan komunitas pendukung wisata, serta program literasi budaya lokal untuk memperkuat modal sosial komunitas.

Kolaborasi Lintas Lembaga
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah kejuruan, pemerintah desa, dan masyarakat lokal dalam membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan.
Tim mahasiswa berharap pendampingan ini dapat memperkuat kelembagaan Pokdarwis, meningkatkan daya saing destinasi wisata Sumberdem, sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi keunggulan utama kawasan tersebut.
Koordinasi lanjutan terkait vitalisasi SIWISDEM dijadwalkan berlangsung pasca Lebaran sesuai kesepakatan bersama seluruh pihak yang terlibat. Serta Penentuan Paket Wisata Dan Penentuan Penanggung jawab, Pelaku Guide Lokal Setiap Kampung untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan dari tim kantor desa, pokdarwis juga membuat sosisal media berupa Instagram, tiktok dan lain sebagainya untuk meningkatkan daya tarik wisatawan serta memudahkan wisatawan untuk melihat dan mencari paket wisata yang ada di Sumberdem.
Keselarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Kegiatan pengabdian mahasiswa di Desa Sumberdem ini sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Berikut adalah keterkaitan program pendampingan Pokdarwis Sumberdem dengan SDGs:
SDG 8 — Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth).
Pengembangan paket wisata terstruktur, penguatan promosi produk UKM dan kuliner lokal, serta penciptaan lapangan kerja bagi pemandu wisata lokal bersertifikat secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di tingkat desa.
Program ini berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat Desa Sumberdem melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
SDG 11 — Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities).
Pendampingan promosi wisata berbasis kearifan lokal dan warisan budaya Sumberdem berkontribusi pada target SDG 11.4, yakni memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya dan alam.
Dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam narasi dan konten promosi wisata, kegiatan ini mendorong terbentuknya komunitas yang sadar budaya sekaligus mampu memanfaatkan kekayaan lokalnya sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan.
Selain itu, promosi wisata yang terencana mendorong pengembangan komunitas desa yang lebih inklusif, aman, dan berdaya tahan terhadap perubahan sosial ekonomi.
Penulis:
1. Farel Ilham Pamungkas, NIM: 250413821669
2. Pandu Yudi Putra, NIM: 250413814410
Keduanya adalah Mahasiswa Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang (UNM)
Editor: Dzulkarnain
Dukung kami melalui donasi:




Komentar