Jember — Rektor Universitas Jember (Unej) Iwan Taruna menekankan pentingnya kewaspadaan panitia terhadap potensi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026.
Menurutnya, meskipun UTBK SNBT telah menjadi agenda rutin tahunan, perkembangan teknologi justru membuka celah baru bagi praktik kecurangan yang lebih canggih.
“Kegiatan UTBK SNBT memang sudah rutin dilaksanakan, namun tidak boleh mengendurkan kewaspadaan, apalagi potensi kecurangan selalu ada dengan makin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan UTBK SNBT 2026 di kampus Unej, Kamis.
Pendaftaran SNBT 2026 sendiri telah dibuka sejak 25 Maret 2026. Sebagai salah satu pusat UTBK yang ditunjuk oleh Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Unej mulai mematangkan berbagai persiapan teknis dan non-teknis.
BACA JUGA: UT Siapkan 20 Ribu Beasiswa 2026, Mahasiswa Jalur SNBP Berpeluang Kuliah Gratis
Rektor menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh, mulai dari sistem, sarana dan prasarana, hingga sumber daya manusia (SDM), guna memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar sekaligus menekan potensi kecurangan.
Ia juga mengingatkan seluruh panitia untuk memahami secara menyeluruh setiap aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh panitia pusat.
“Seluruh anggota panitia harus memahami setiap kebijakan maupun aturan yang diputuskan oleh Panitia Pusat SNPMB,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pusat UTBK Unej yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Slamin, mengungkapkan kesiapan infrastruktur kampus dalam menyelenggarakan ujian tersebut.
Sebanyak 955 unit komputer telah disiapkan yang tersebar di 31 ruang pada 20 lokasi di lingkungan kampus. Dengan kapasitas tersebut, Unej mampu melayani hingga 19.100 peserta UTBK.
“Dengan jumlah perangkat komputer tersebut, maka Unej bisa melayani 19.100 peserta UTBK. Sebagai informasi UTBK SNBT 2026 akan digelar pada 21 hingga 30 April 2026, dengan ketentuan di setiap harinya ada dua sesi UTBK,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya jumlah peserta UTBK SNBT di Unej mencapai 13.403 orang, sehingga peningkatan kapasitas tahun ini dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan.
Sebagai bagian dari penguatan teknis, Unej juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terlibat dalam pelaksanaan UTBK.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti oleh 75 peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja.
Langkah ini juga menjadi bagian dari evaluasi atas temuan sebelumnya, di mana Panitia Pusat SNPMB mengungkap adanya praktik kecurangan dalam UTBK SNBT 2025 di Unej yang melibatkan oknum pegawai kampus.
Kasus tersebut menjadi peringatan serius bagi penyelenggara agar sistem pengawasan dan keamanan diperketat pada pelaksanaan UTBK tahun ini.
(MZB/DZ)










