Sosial & Demokrasi
Beranda » HMI Kalbar Bela Prof Saiful Mujani, Semprot Hasan Nasbi

HMI Kalbar Bela Prof Saiful Mujani, Semprot Hasan Nasbi

Muhlas HMI Kalbar menyampaikan dukungan terhadap kritik saiful mujani di Pontianak
Foto: Muhlas, S.H., M.H. Sekretaris Umum Badko HMI Kalimantan Barat

Pontianak – Polemik pernyataan Saiful Mujani soal wacana “menjatuhkan presiden” menuai respons dari kalangan mahasiswa.

Sekretaris Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Kalimantan Barat, Muhlas, menilai pernyataan Saiful Mujani merupakan bagian dari kritik dalam demokrasi.

“Apa yang disampaikan Prof Saiful Mujani itu kritik keras dalam demokrasi. Tekanan publik itu wajar ketika ada anggapan pemerintah tidak responsif,” kata Muhlas, Senin (6/4/2026).

Saiful Mujani dikenal sebagai akademisi dan peneliti opini publik, serta pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Ia kerap menjadi rujukan dalam membaca dinamika politik dan perilaku pemilih di Indonesia.

BACA JUGA: Studi Princeton–SMRC: Media Sosial Terbukti Berdampak Negatif pada Kesehatan Mental, Berhenti Jadi Solusi

Ketika Kemampuan Ekonomi Bertemu Praktik Uang Panai

Muhlas menegaskan, kritik tidak bisa dibatasi hanya pada jalur formal seperti pemilu.

“Demokrasi tidak berhenti di pemilu. Ada ruang kritik dan partisipasi publik sebagai kontrol terhadap kekuasaan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengkritik respons Hasan Nasbi yang dinilai mereduksi kritik sebagai kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau semua kritik dianggap kepentingan atau karena kalah politik, itu keliru. Itu justru mendelegitimasi suara publik,” tegasnya.

Menurutnya, stabilitas tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi kritik.

Relevansi Ma’had Mahasiswa di Tengah Tantangan Pendidikan Modern

“Stabilitas penting, tapi tanpa kritik demokrasi kehilangan kontrol. Kritik itu bagian dari menjaga kekuasaan tetap di jalurnya,” tutup Muhlas.

Polemik ini mencuat setelah pernyataan Saiful Mujani soal kemungkinan “menjatuhkan presiden” menuai pro dan kontra, termasuk respons dari pihak Istana.

(MZB)

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *