KKomisaris DPK GMNI Natawisastra, Haidar Ali Yahya R., kembali menegaskan pentingnya rekonsiliasi persatuan di tubuh GMNI, khususnya di Kalimantan Barat.
Menurutnya, persatuan kader dan soliditas organisasi merupakan fondasi utama agar GMNI mampu berkembang menjadi organisasi kader ideologis yang lebih kuat dan bermartabat.
Ia menilai bahwa hingga hari ini masih terlihat adanya sekat-sekat di internal organisasi yang memunculkan kesan perpecahan antar kader.
Bahkan, masih sering muncul pertanyaan seperti “Bung ini kader dari DPC yang mana?” yang secara tidak langsung memperlihatkan adanya pengelompokan dalam tubuh organisasi.
Menurut Haidar, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena dapat melemahkan semangat persaudaraan dan perjuangan bersama di kalangan kader GMNI.
“Seharusnya yang dilihat adalah bahwa kita sama-sama kader GMNI, bukan lagi dipisahkan oleh kelompok atau kubu tertentu. Jika sekat-sekat ini terus dipelihara, maka persatuan organisasi akan semakin sulit terwujud,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa tidak terjadinya rekonsiliasi akan membawa sejumlah dampak negatif bagi organisasi, di antaranya:
Munculnya sekat antar kader dan DPC, Kader menjadi terkotak-kotak sehingga rasa persaudaraan dan solidaritas organisasi semakin melemah.
Menurunnya kekuatan perjuangan organisasi, Perpecahan internal membuat GMNI sulit bergerak secara kolektif dalam menyuarakan kepentingan rakyat dan mahasiswa.
Hilangnya kepercayaan kader terhadap organisasi, Konflik yang berkepanjangan dapat membuat kader merasa kecewa dan kehilangan semangat berproses di GMNI.
Melemahnya marwah dan citra organisasi, Organisasi yang terus terpecah akan sulit dipandang sebagai kekuatan ideologis yang solid dan progresif.
Haidar berharap seluruh pimpinan DPD dan DPC di Kalimantan Barat dapat mengedepankan dialog, kebesaran hati, dan semangat persatuan demi masa depan GMNI yang lebih baik.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk meninggalkan ego kelompok dan kembali fokus pada cita-cita perjuangan organisasi.
“GMNI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh kader. Persatuan adalah kekuatan utama agar GMNI Kalimantan Barat mampu naik kelas dan tetap relevan dalam perjuangan rakyat,” tutupnya.
(*Red/HA berkontribusi dalam tulisan ini)
Dukung kami melalui donasi:



