Organisasi
Beranda » Ketua Pemuda Bunga Baru Darat Minta Kejelasan Karang Taruna Desa Madu Sari, Jangan Hanya Nama Tanpa Kegiatan

Ketua Pemuda Bunga Baru Darat Minta Kejelasan Karang Taruna Desa Madu Sari, Jangan Hanya Nama Tanpa Kegiatan

Karang Taruna Madu Sari menjadi sorotan terkait kepengurusan dan aktivitas organisasi
Pemuda Desa Madu Sari meminta kejelasan status dan program Karang Taruna agar kembali berperan dalam kegiatan sosial dan pembangunan desa.

Kubu Raya – Keberadaan dan aktivitas Karang Taruna Desa Madu Sari mulai menjadi sorotan di kalangan pemuda. Zainal, Ketua Pemuda Parit Bunga Baru Darat, meminta adanya kejelasan terkait kepengurusan, program kerja, serta peran Karang Taruna dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan pembangunan desa.

Menurut Zainal, hingga saat ini banyak pemuda yang mempertanyakan eksistensi Karang Taruna karena dinilai sudah mati suri dan tidak ada kejelasan siapa pengurusnya. Padahal, Karang Taruna merupakan wadah resmi yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial, kepemudaan, dan kemasyarakatan di tingkat desa.

“Kami tidak ingin Karang Taruna hanya ada namanya saja. Pemuda berhak mengetahui bagaimana kepengurusannya, apa program kerjanya, dan bagaimana kontribusinya untuk masyarakat. Harus ada keterbukaan agar tidak menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” ujar Zainal.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Karang Taruna sangat penting sebagai wadah pemersatu pemuda dan mitra pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai agenda kemasyarakatan. Menurutnya, organisasi tersebut seharusnya menjadi garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi pemuda ketika desa menyelenggarakan berbagai kegiatan.

“Ketika desa memiliki agenda besar seperti peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, MTQ tingkat desa, kegiatan olahraga, bakti sosial, maupun gotong royong, Karang Taruna seharusnya menjadi penggerak utama. Dengan adanya Karang Taruna yang aktif, pemerintah desa tentu akan lebih mudah melibatkan pemuda dalam setiap kegiatan,” tegasnya.

Komisaris DPK GMNI Natawisastra Tekankan Pentingnya Rekonsiliasi GMNI di Kalimantan Barat

Zainal menilai bahwa pemuda Desa Madu Sari memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan desa. Namun, tanpa adanya koordinasi yang jelas dan kepengurusan yang aktif, potensi tersebut sulit untuk berkembang secara maksimal.

Menurutnya, Karang Taruna tidak hanya berfungsi sebagai organisasi formal, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan kemajuan desa.

“Kalau Karang Taruna berjalan dengan baik, manfaatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat. Pemuda bisa memiliki ruang untuk berkarya, sementara pemerintah desa juga memiliki mitra yang kuat dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai status, kepengurusan, serta program Karang Taruna Desa Madu Sari ke depan. Menurutnya, keterbukaan dan komunikasi yang baik sangat diperlukan agar organisasi tersebut dapat kembali aktif dan menjadi wadah yang benar-benar bermanfaat bagi pemuda dan masyarakat.

Dengan adanya kejelasan tersebut, Zainal berharap Karang Taruna Desa Madu Sari dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai organisasi yang mampu menyatukan pemuda, mendukung kegiatan desa, serta menjadi bagian penting dalam upaya membangun Desa Madu Sari yang lebih maju.

PC IPNU Kubu Raya Mulai Resah, Desak Kepastian Kongres IPNU


(*Red/Rls)

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa