Beijing – Mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam Kelompok 1 Program KKN-BBK 8 Internasional 2026 melaksanakan studi lapangan di Tembok Besar Mutianyu dan Jalan Qianmen. Tiongkok (17/72026)
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana situs-situs warisan ikonik di Tiongkok melestarikan cagar budaya mereka sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan.
Melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi, para mahasiswa mendapatkan wawasan langsung mengenai pengalaman pengunjung dan pentingnya menjaga keseimbangan antara pariwisata dengan konservasi sejarah.
Kunjungan dimulai di Tembok Besar Mutianyu, salah satu bagian Tembok Besar peninggalan Dinasti Ming yang kondisinya paling terawat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari nilai sejarah dan budaya situs ini, di mana tahun 2026 juga menandai peringatan 616 tahun berdirinya Tembok Besar Mutianyu.
Selain mewawancarai turis mancanegara terkait pengalaman perjalanan mereka, para mahasiswa juga mengamati fasilitas pengunjung, pengelolaan lingkungan, serta upaya pelestarian warisan budaya di lokasi tersebut.
Seorang wisatawan asal Malaysia, yang tengah melakukan perjalanan korporat selama empat hari bersama rekan-rekannya, menyebut Tembok Besar tersebut “sangat mengesankan”.
Ia mengagumi bagaimana bangunan semegah itu dapat didirikan berabad-abad silam tanpa bantuan teknologi modern. Wisatawan tersebut juga bercerita bahwa kuliner autentik dan gaya hidup masyarakat Beijing yang unik menjadi daya tarik utama dalam perjalanannya.
Ia mencatat, meski masakan Tionghoa sangat mudah ditemui di Malaysia, cita rasa dan pengalaman budaya di Tiongkok terasa sangat berbeda.
Ia menambahkan bahwa Beijing adalah destinasi yang sangat patut direkomendasikan kepada keluarga dan teman. Ia juga lebih menyukai berkunjung ke Tembok Besar pada musim panas, karena kondisi musim dingin kerap membuat jalanan menjadi licin akibat salju dan es.
Studi lapangan kemudian berlanjut ke Jalan Qianmen, salah satu kawasan niaga tertua di Beijing yang terletak di dekat Zhengyangmen (Gerbang Qianmen). Terkenal dengan arsitektur tradisional, toko-toko legendaris, restoran lokal, serta trem wisata Dangdang yang ikonik, kawasan ini menawarkan sekilas kekayaan warisan budaya Beijing kepada para pengunjung.
Di sana, mahasiswa mewawancarai Luis dan Sophia asal Swiss yang baru pertama kali berkunjung ke Tiongkok. Keduanya menginap di sebuah hotel di sepanjang Jalan Qianmen dan berencana untuk menjelajahi lingkungan bersejarah tersebut sembari mencicipi kuliner setempat.
Luis menyarankan agar wisatawan asing yang hendak berkunjung menyiapkan aplikasi penerjemah. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar papan petunjuk ditulis dalam huruf Hanzi dan banyak warga lokal yang kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas, sehingga alat penerjemah akan sangat memudahkan komunikasi.
Melalui interaksi langsung dengan wisatawan mancanegara, para mahasiswa memperoleh wawasan berharga mengenai pariwisata berkelanjutan, komunikasi lintas budaya, dan pelestarian warisan budaya.
Pengalaman ini membuktikan bahwa situs-situs bersejarah seperti Tembok Besar Mutianyu dan Jalan Qianmen tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata populer, tetapi juga sebagai “ruang kelas hidup” yang mempromosikan pendidikan, pertukaran budaya, dan pemahaman internasional.

Mahasiswa mewawancarai wisatawan mancanegara di Jalan Qianmen untuk menggali pengalaman dan perspektif pengunjung terhadap kawasan niaga bersejarah di Beijing tersebut.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dengan memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas; SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan mendorong pelestarian cagar budaya dan pariwisata yang bertanggung jawab; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan menumbuhkan pemahaman lintas budaya dan kolaborasi internasional.
Penulis:
1. Jee Wen Li
2. Chan Yan Ni
Kelompok 1 BBK Internasional 8 Universitas Airlangga 2026
Dosen Pengampu: Yutika Amelia Effendi
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Dukung kami melalui donasi:



