PONTIANAK – Sebuah realita pahit terekam di kawasan Waterfront Sungai Kapuas, Pontianak. Seorang pemuda setempat bernama Muhammad Syifa As siddiq membagikan pengalamannya saat menyalurkan hobi memancing di sungai terpanjang di Indonesia tersebut. Rabu (21 /102026).
Alih-alih membawa pulang ikan tangkapan, Syifa justru berkali-kali menarik kailnya yang dipenuhi oleh sampah plastik dan limbah rumah tangga.
Kondisi ini menjadi cerminan nyata bahwa pencemaran di Sungai Kapuas sudah berada di tahap yang memprihatinkan. Waterfront yang seharusnya menjadi ikon wisata yang asri dan sarana rekreasi warga, kini kian terancam oleh rendahnya kesadaran lingkungan oknum masyarakat.
“Niatnya mau refreshing memancing di malam hari, tapi setiap kali joran melengkung dan ditarik, isinya selalu sampah plastik, kantong kresek, bahkan karung. Sangat jarang bisa dapat ikan di area ini sekarang,” ujar Muhammad Syifa As siddiq

Penampakan sampah plastik dan limbah rumah tangga yang tersangkut di kail saat memancing di kawasan Waterfront Sungai Kapuas, Pontianak.
Menanggapi fenomena ini, Syifa bersama para penggiat lingkungan menyerukan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Pontianak, untuk menghentikan kebiasaan buruk membuang sampah ke sungai. Sungai Kapuas bukan sekadar urat nadi transportasi, melainkan sumber kehidupan dan ekosistem yang wajib dijaga kelestariannya.
Masyarakat diimbau untuk:
• Membawa pulang sampah pribadi saat berkunjung dan bersantai di area Waterfront Pontianak.
• Menyediakan tempat sampah mandiri di rumah-rumah warga yang berada di sepanjang tepian sungai.
• Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi menekan volume limbah harian yang berpotensi mencemari air.
Mari bersama-sama kita jaga marwah Sungai Kapuas. Sungai yang bersih akan mengembalikan ekosistem ikan yang sehat, mempercantik estetika kota, serta menjamin warisan lingkungan yang layak bagi generasi masa depan Kota Khatulistiwa.
(*Red/Rms berkontribusi dalam tulisan ini)
Dukung kami melalui donasi:



