Kampus
Beranda » Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNNES Lolos Program OSM FBS 2026 ke Malaysia dan Filipina

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNNES Lolos Program OSM FBS 2026 ke Malaysia dan Filipina

program OSM UNNES
Dok. Wawancara dengan Dafa Al Fikri

Semarang – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES), pada tahun ini, kembali membuka program Outbound Student Mobility (OSM) yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di lingkungan internasional. Puluhan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni akan diberangkatkan ke sejumlah perguruan tinggi mitra di luar negeri, termasuk Malaysia dan Filipina.

Sebanyak sembilan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berhasil lolos Program Outbound Student Mobility (OSM) FBS 2026 setelah dilakukan proses seleksi pada 8 Mei 2026 lalu. Berdasarkan pengumuman final hasil seleksi tersebut, tujuh mahasiswa akan diberangkatkan ke Malaysia, sementara dua mahasiswa lainnya ke Filipina.

Untuk melancarkan jalannya program Outbound Student Mobility (OSM) FBS UNNES 2026 tersebut, dukungan pendanaan juga diberikan kepada masing-masing peserta. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES memastikan bahwa setiap mahasiswa yang lolos akan memperoleh subsidi pendanaan sebesar Rp8.000.000,00 untuk membantu pelaksanaan kegiatan selama mengikuti program tersebut.

Adapun terkait jadwal keberangkatan, peserta mengaku masih menunggu informasi lanjutan dari mitra penyelenggara, yang diestimasikan akan terjadi antara akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026. Program OSM sendiri akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

Dafa Al Fikri, salah satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris yang lolos program Outbound Student Mobility (OSM) ke Malaysia, mengaku merasa senang sekaligus terkejut saat mengetahui dirinya dinyatakan lolos seleksi. Menurutnya, ia tidak menyangka dapat mencapai tahap tersebut mengingat persaingan yang cukup ketat.

Ketua STITDAR Kubu Raya Jadi Sorotan, Muncul Perdebatan Terkait Ruang Aspirasi Mahasiswa dan Netralitas dalam Pemirama

“Senang dan terkejut dikarenakan tidak menyangka akan sampai sejauh ini,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin, 1 Juni 2026.

BACA JUGA: Relevansi Ma’had Mahasiswa di Tengah Tantangan Pendidikan Modern

Mahasiswa tersebut mengungkapkan bahwa salah satu motivasinya mengikuti program OSM adalah untuk dapat menyelesaikan kegiatan LANTIP dan GIAT sekaligus karena program ini bisa menampung kedua kegiatan tersebut dalam satu kesempatan.

Mengenai waktu keberangkatan ke Malaysia, Dafa mengungkapkan bahwa ia masih menunggu informasi lebih lanjut dari mitra yang dituju. Namun, ia mengatakan sudah mulai menyiapkan berbagai kebutuhan administrasi seperti paspor dan dokumen perjalanan lainnya.

Dalam hal tantangan yang mungkin akan dihadapi selama program berlangsung, Dafa berpendapat bahwa beradaptasi dengan lingkungan serta pola komunikasi yang baru adalah aspek yang harus menjadi perhatian.

Mahasiswa Soroti Pengajuan Audiensi HMPS MPI STITDAR Kubu Raya, Pertanyakan Status Kepengurusan

“Lingkungan baru dan gaya komunikasi baru yang mungkin akan kesulitan di awal,” katanya.

Melalui program ini, ia berharap dapat mendapatkan pengalaman dan ilmu yang berguna untuk masa depannya.

Sementara itu, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris yang lolos ke Filipina, Indana Ainiya Ulya, juga mengungkapkan rasa syukur dan bangga karena berhasil menjadi salah satu peserta yang terpilih dalam program internasional tersebut.

“Saya merasa sangat bersyukur, senang, dan bangga karena dapat lolos dalam program ini. Kesempatan untuk mengikuti program internasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” jelasnya lewat wawancara pesan teks pada 1 Juni 2026.

BACA JUGA: UICI Raih Akreditasi “Baik” BAN-PT, Tegaskan Kualitas Kampus Digital di Indonesia

Indana menjelaskan bahwa dorongannya untuk mendapatkan pengalaman internasional, memperluas jaringan dengan peserta dari berbagai negara, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan adalah motivasi utama dalam mengikuti OSM 2026. Selain itu, ia juga ingin belajar tentang budaya, sistem pendidikan, dan berbagai perspektif global yang dapat memperkaya pengembangan akademiknya maupun dirinya secara pribadi.

Ketua HMI Komisariat STITDAR Dukung Penuh Pelaksanaan Pemirama oleh KPUM STITDAR Kubu Raya

Sebagai persiapan sebelum berangkat ke Filipina, Indana telah melakukan berbagai upaya, mulai dari meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, mempelajari tentang budaya negara Filipina, lalu menyiapkan dokumen administrasi, hingga menjaga kesehatan fisik dan mental supaya dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan optimal.

Menurutnya, perbedaan budaya dan kebiasaan dengan masyarakat disana maupun peserta dari negara lain merupakan salah satu tantangan yang kemungkinan akan dihadapi selama berada di Filipina. Penggunaan bahasa Inggris dalam hal berkomunikasi sehari-hari juga menjadi tantangan yang mengharuskan kepercayaan diri dan kemampuan yang baik dalam berinteraksi.

Meski demikian, Indana menganggap tantangan itulah yang dapat menjadi peluang untuk belajar dan berkembang.

Saya melihat tantangan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang,” tuturnya.

Melalui program ini, Indana berharap bisa mendapatkan sebuah pengalaman internasional yang berharga, seperti meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas relasi internasional, serta mendapatkan wawasan baru yang di kemudian hari dapat diterapkan dalam kegiatan akademik maupun organisasi. Ia juga berharap pengalaman yang didapatkan nanti bisa menjadi bekal untuk memberikan kontribusi-kontribusi yang baik bagi kampus serta masyarakat setelah program berakhir.

Keikutsertaan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam Program Outbound Student Mobility FBS UNNES 2026 menunjukkan semakin terbukanya gerbang peluang internasional bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan komunikasi global, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural.

Dengan adanya dukungan institusi dan semangat para peserta, diharapkan program ini mampu menghasilkan mahasiswa lulusan yang memiliki daya saing dan perspektif global di masa nanti.


Penulis:
1.⁠ ⁠Fadlian Leonadino
2. Haedar Rafi Maulana
3. Naufal Rashid Murtadho
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Semaran ⁠


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa