Kampus
Beranda » Tiga Alumni UNU Kalimantan Barat Sukses Bangun Usaha Mandiri

Tiga Alumni UNU Kalimantan Barat Sukses Bangun Usaha Mandiri

Tiga alumni UNU Kalbar mengembangkan alumni sukses berwirausaha melalui usaha mandiri di berbagai bidang.
Tiga lulusan UNU Kalbar mengembangkan usaha di bidang jasa, kuliner, dan perdagangan digital sebagai bentuk kemandirian ekonomi.

Kubu Raya – Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, tiga alumni Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat (UNU Kalbar) membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu harus diraih melalui pekerjaan kantoran.

Dengan semangat kemandirian dan jiwa wirausaha, mereka berhasil membangun usaha sendiri yang kini menjadi sumber penghasilan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ketiga alumni tersebut adalah Pirmansyah, S.Pd., Sa’adi, S.E., dan M. Imron, S.Pd. Meski berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda, mereka memiliki kesamaan visi, yaitu berani menciptakan peluang daripada menunggu kesempatan.

Pirmansyah Kembangkan Usaha Pangkas Rambut dan Jahit Pakaian

Pirmansyah, S.Pd. memilih mengembangkan usaha pangkas rambut dan jahit pakaian di Desa Durian. Usaha yang dirintisnya tidak hanya memberikan penghasilan bagi dirinya, tetapi juga telah membuka lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan satu orang karyawan.

Sa’adi Sukses Menjalankan Usaha Kuliner

Sementara itu, Sa’adi, S.E. sukses menjalankan usaha sate yang menjadi salah satu pilihan kuliner masyarakat. Dengan ketekunan dan pelayanan yang baik, usahanya terus berkembang dan mendapat kepercayaan pelanggan.

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNNES Lolos Program OSM FBS 2026 ke Malaysia dan Filipina

M. Imron Manfaatkan Teknologi untuk Berjualan Online

Di bidang perdagangan digital, M. Imron, S.Pd. mengembangkan usaha jualan online dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana pemasaran. Langkah tersebut membuktikan bahwa peluang usaha dapat diciptakan dari mana saja selama ada kemauan untuk belajar dan berinovasi.

Keberhasilan tiga alumni UNU Kalbar ini menjadi bukti bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol pendidikan, melainkan bekal untuk berpikir kreatif, beradaptasi, dan menciptakan peluang. Keberhasilan mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berkarya dan membangun kemandirian ekonomi melalui dunia usaha.

“Sarjana bukan hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi juga tentang menciptakan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi banyak orang.”


(*Red/Rls)

Ketua STITDAR Kubu Raya Jadi Sorotan, Muncul Perdebatan Terkait Ruang Aspirasi Mahasiswa dan Netralitas dalam Pemirama

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa