Kampus
Beranda » PBAK IAIN Pontianak 2026 di Depan Mata: Jangan Biarkan Mahasiswa Berjalan dalam Ketidakpastian

PBAK IAIN Pontianak 2026 di Depan Mata: Jangan Biarkan Mahasiswa Berjalan dalam Ketidakpastian

PBAK 2026 menjelang pelaksanaan dengan perhatian pada kepastian informasi bagi mahasiswa baru
PBAK 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Agustus, sementara sejumlah aspek pelaksanaannya masih menjadi pertanyaan mahasiswa.

Pontianak – PBAK IAIN Pontianak 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–28 Agustus 2026. Namun, hingga 14 Agustus, mahasiswa masih mempertanyakan berbagai hal terkait pelaksanaannya. Mulai dari teknis kegiatan, pihak-pihak yang terlibat, pelibatan Ormawa, hingga kapan informasi resmi mengenai PBAK akan disampaikan.

Ini bukan soal mencari siapa yang salah. Ini soal kepastian.

PBAK 2026 dan Persoalan Kepastian Informasi

PBAK merupakan pintu pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik dan kemahasiswaan di kampus. Karena itu, persiapannya seharusnya tidak hanya matang secara administratif, tetapi juga disertai komunikasi yang terbuka dan jelas kepada mahasiswa.

Jangan sampai mahasiswa baru justru mengenal kampusnya melalui informasi yang simpang siur.

Hingga saat ini, kepastian mengenai berbagai aspek pelaksanaan PBAK masih menjadi pertanyaan bagi mahasiswa. Padahal, waktu pelaksanaan semakin dekat.

DPM Unram Tuntut Transparansi Seleksi Dosen, Soroti Dugaan Titipan Gubernur/Bupati

PBAK tinggal menghitung hari. Jangan sampai yang sudah pasti hanya tanggalnya, sementara mekanismenya masih menjadi tanda tanya.

Ormawa dan Peran DEMA I dalam PBAK

Di sisi lain, Ormawa juga perlu mendapatkan ruang dan kejelasan dalam pelaksanaan PBAK. Pelibatan mahasiswa bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga merupakan bagian dari proses regenerasi serta pengenalan kehidupan organisasi di kampus.

Dalam kondisi seperti ini, DEMA I tentu memiliki peran penting. Bukan untuk mengambil alih kewenangan kampus, apalagi mencari konflik, melainkan untuk menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan birokrasi.

Karena itu, DEMA I juga perlu memastikan suara mahasiswa tersampaikan dan informasi yang diterima mahasiswa benar-benar jelas. Peran tersebut penting agar mahasiswa tidak berada dalam posisi hanya menunggu dan menebak-nebak informasi mengenai agenda yang akan mereka jalani.

Kritik ini bukan ajakan untuk menyalahkan DEMA I ataupun pihak kampus. Justru sebaliknya, kritik ini merupakan dorongan agar semua pihak menjalankan perannya masing-masing sesuai tanggung jawabnya.

Belum Sepekan Dilantik, Rektor IAIN Pontianak Temui Gubernur Kalbar, Bawa Misi Besar Jadi UIN

Birokrasi bertanggung jawab memberikan kepastian. Panitia bertanggung jawab menyiapkan PBAK dengan baik. DEMA I dan Ormawa bertanggung jawab mengawal kepentingan mahasiswa. Sementara itu, mahasiswa berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kegiatan yang akan mereka ikuti.

Keterbukaan Informasi Menjadi Kebutuhan

Yang dibutuhkan sekarang bukan saling menyalahkan, melainkan keterbukaan.

Jika memang masih dalam tahap persiapan, sampaikan. Jika terdapat perubahan teknis, jelaskan. Jika Ormawa akan dilibatkan, informasikan mekanismenya.

Jangan biarkan mahasiswa terus menebak-nebak sesuatu yang seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka. Informasi yang jelas akan memberikan kepastian sekaligus mencegah munculnya berbagai informasi yang simpang siur menjelang pelaksanaan PBAK.

Kritik ini bukan untuk menjatuhkan siapa pun. Justru karena PBAK merupakan agenda penting bagi mahasiswa baru, persiapannya layak dikawal bersama agar dapat berjalan dengan baik.

Tiga Alumni UNU Kalimantan Barat Sukses Bangun Usaha Mandiri

PBAK Harus Menjadi Awal yang Baik

Sebab, kampus yang baik bukan kampus yang tidak pernah dikritik, melainkan kampus yang mampu menerima kritik, memberikan jawaban, dan memperbaiki keadaan.

PBAK harus menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru, bukan awal dari kebingungan.


Penulis: Haidar Ali Yahya R.
Sekbid Isu & Strategi DEMA Fakultas Syariah

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa