Bandung – PP Pemuda Persis menjadikan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) I sebagai momentum membaca perubahan zaman dan merumuskan program dakwah yang dinilai relevan dengan kondisi global.
Ketua Umum PP Pemuda Persis, Hilman Rasyid mengatakan gerakan dakwah tidak boleh berjalan tanpa memahami perubahan yang terjadi di tingkat global maupun nasional.
“Di tengah era disrupsi dan isu-isu global, di mana posisi jamiyyah kita, Pemuda Persis? Jawabannya harus kita mulai dari hal yang paling dasar, yaitu membaca realitas zaman, membaca kondisi global dan bangsa kita ini,” ucap Hilman dalam Muskernas I di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Hilman, persaingan negara-negara adidaya saat ini tidak selalu berlangsung dalam bentuk perang terbuka. Persaingan tersebut justru dapat berlangsung melalui berbagai bentuk tekanan yang lebih halus.
“Persaingan negara-negara adidaya hari ini sudah bukan berbentuk perang. Tetapi berbentuk menjadi lebih halus, jauh lebih mematikan, yaitu hybrid war,” ujarnya.
Dia menyebut sejumlah sektor yang menjadi arena persaingan, mulai dari ketergantungan ekonomi, perebutan energi dan teknologi hingga manipulasi informasi.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, termasuk memicu perpecahan umat dan bangsa.
“Karena itu, Muskernas I ini untuk menentukan dan merumuskan program-program jihad nasional yang presisi, sesuai peta dakwah Pemuda Persis,” kata Hilman.
Hilman menegaskan gerakan dakwah harus mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Gerakan dakwah yang tidak mampu membaca perubahan zaman, gerakan itu akan tertinggal dari perubahan itu sendiri,” ujarnya.
(*Red/Rilis)
Dukung kami melalui donasi:



