Pendidikan
Beranda » PC ISNU, Kemenag, dan BAZNAS Kolaborasi Perkuat Kesejahteraan Guru Madrasah

PC ISNU, Kemenag, dan BAZNAS Kolaborasi Perkuat Kesejahteraan Guru Madrasah

Guru MTs mengikuti workshop kesejahteraan guru madrasah di Pontianak
Workshop di Aula MAN 2 Pontianak mempertemukan 40 guru MTs untuk membahas kesejahteraan psikologis dan lingkungan kerja madrasah.

PONTIANAK — Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kota Pontianak berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Pontianak dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menggelar Workshop Pendidikan bagi Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Pontianak.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Pontianak, Rabu (16/9/2026), tersebut diikuti 40 guru MTs dari berbagai wilayah di Kota Pontianak. Workshop mengangkat isu kesejahteraan psikologis guru serta pentingnya membangun lingkungan madrasah yang sehat.

Kolaborasi tiga lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap guru sebagai salah satu unsur penting dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Ketua PC ISNU Kota Pontianak, Dewi Puryanti, ME, mengatakan kesejahteraan guru menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pendidikan.

“Kesejahteraan psikologis guru merupakan bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan. Guru tidak hanya membutuhkan kemampuan mengajar, tetapi juga dukungan lingkungan yang sehat agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” ujar Dewi.

MAN 2 Pontianak dan LPTQ Kalbar Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pembinaan Kelas Karakter Tahfidz

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Rita Siswati, ME, kemudian dilanjutkan pembacaan doa oleh Ustadz Abdurrahman, M.Pd., laporan Ketua Panitia Surya Widyanata, serta sambutan Ketua PC ISNU Kota Pontianak.

Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak yang diwakili Kasi Penmad, Aris Sujarwono, MH.

Menurut Aris, pengembangan pendidikan madrasah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga lainnya.

“Pengembangan pendidikan madrasah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan lembaga lainnya diperlukan agar kebutuhan guru dan lingkungan pendidikan dapat mendapat perhatian secara lebih menyeluruh,” kata Aris.

Guru MTs mengikuti workshop kesejahteraan guru madrasah di Pontianak

Putra Daerah Perbatasan Sanggau Raih Juara 2 Karya Tulis Ilmiah Hadis Tingkat Provinsi Kalbar 2026

Selain workshop, kegiatan juga diisi dengan penyerahan secara simbolis bantuan alat kesehatan dari PC ISNU Kota Pontianak kepada Kepala MAN 2 Pontianak, Hj. Yuliana, M.Pd.

Keterlibatan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan tersebut turut menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan agenda pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Setelah sesi pembukaan dan coffee break, peserta mengikuti dua materi utama.

Materi pertama bertema “Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Guru” yang disampaikan Dr. Hj. Fitri Sukmawati, Psikolog, dengan moderator Rianda Hnais, ME.

Dalam materi tersebut, pembahasan diarahkan pada berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya, mulai dari menghadapi beragam karakter peserta didik, tuntutan pekerjaan, administrasi, hingga dinamika lingkungan pendidikan.

Empowering Students Through Gemini and Google AI: The Journey of Arifah Nur Na’imah, a Google Student Ambassador and Management Student at Universitas Pignatelli Triputra

Fitri menekankan bahwa kesejahteraan psikologis guru tidak dapat dilepaskan dari kualitas proses pendidikan.

“Kesejahteraan psikologis guru perlu menjadi perhatian karena guru menghadapi berbagai tuntutan dalam menjalankan perannya. Kemampuan menjaga keseimbangan psikologis akan membantu guru membangun relasi yang positif dan menghadapi tantangan pekerjaan secara lebih konstruktif,” jelas Fitri.

Materi kedua bertajuk “Ekosistem Madrasah yang Sehat: Strategi Kepemimpinan dan Budaya Kerja untuk Mendukung Kesejahteraan Psikologi Guru” disampaikan Prof. Dr. Arif Sukino, M.Ag., dengan moderator Bahrul Ulum, M.Pd.

Materi tersebut memperluas pembahasan dari aspek individu menuju lingkungan tempat guru bekerja. Kepemimpinan, komunikasi, dan budaya organisasi menjadi bagian yang turut memengaruhi terciptanya suasana kerja yang sehat di madrasah.

“Kesejahteraan psikologis guru bukan hanya persoalan individu. Kepemimpinan, komunikasi, dan budaya kerja di lingkungan madrasah juga memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem kerja yang sehat,” tutur Arif.

Ketua Panitia, Surya Widyanata, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat memberikan manfaat bagi para guru dalam menjalankan aktivitas pendidikan.

“Workshop ini kami harapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat memberikan pemahaman dan manfaat yang bisa diterapkan para guru dalam menjalankan aktivitasnya di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama, makan siang, dan acara sayonara.

Workshop tersebut menjadi ruang kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan lembaga filantropi untuk membahas kebutuhan guru sekaligus memperkuat perhatian terhadap lingkungan pendidikan madrasah.

Kesejahteraan guru dalam kegiatan tersebut ditempatkan bukan hanya sebagai persoalan individu, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.


(*Red/Rilis)

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa