Infrastruktur
Beranda » Ketua Pojok Diskusi Kalimantan Barat Minta PLN Terbuka Soal Penyebab Pemadaman Bergilir, UMKM Jadi Korban

Ketua Pojok Diskusi Kalimantan Barat Minta PLN Terbuka Soal Penyebab Pemadaman Bergilir, UMKM Jadi Korban

Kondisi jaringan listrik saat pemadaman listrik Kalbar yang berdampak pada aktivitas usaha masyarakat.
Pojok Diskusi Kalimantan Barat meminta PLN meningkatkan transparansi informasi dan mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di tengah dampak terhadap UMKM.

Pontianak – Ketua Pojok Diskusi Kalimantan Barat, Markori, S.M., meminta PT PLN (Persero) memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab sebenarnya dari pemadaman listrik bergilir yang terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah kondisi yang meresahkan. Laporan terbaru menunjukkan pemadaman bergilir terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat dan memicu keluhan masyarakat serta tuntutan agar proses pemulihan dan penyampaian informasi dilakukan secara transparan.

Keterbukaan Informasi Dinilai Penting

Markori menilai keterbukaan informasi merupakan bentuk tanggung jawab kepada publik, terlebih pemadaman listrik telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“PLN perlu menyampaikan secara jujur kepada masyarakat apa penyebab utama terjadinya pemadaman bergilir ini, langkah-langkah yang sedang dilakukan, serta kapan kondisi dapat kembali normal. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas sehingga tidak terus dihantui ketidakpastian,” ujar Markori.

UMKM Menjadi Sektor yang Paling Terdampak

Menurutnya, pelaku UMKM menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak dari pemadaman tersebut. Banyak usaha kuliner terpaksa menghentikan operasional karena peralatan produksi bergantung pada listrik, sementara pelaku usaha minuman dingin, toko kelontong, percetakan, barbershop, laundry, hingga usaha berbasis digital mengalami penurunan pendapatan akibat terganggunya aktivitas usaha.

Ketua Umum DPC GMNI Mempawah Resah atas Pemadaman Listrik Bergilir

Selain itu, pemadaman listrik juga berpotensi menyebabkan kerugian karena bahan baku yang memerlukan pendingin menjadi rusak, transaksi digital melalui QRIS maupun mesin EDC terganggu, serta pelayanan kepada pelanggan menjadi tidak maksimal.

Dorong Komunikasi Publik yang Transparan

Pojok Diskusi Kalimantan Barat berharap PLN tidak hanya fokus pada percepatan pemulihan sistem kelistrikan, tetapi juga memperkuat komunikasi publik dengan memberikan informasi yang konsisten, terbuka, dan mudah diakses masyarakat mengenai kondisi yang sedang terjadi.

“Kami memahami bahwa gangguan teknis bisa saja terjadi. Namun, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kepastian dan transparansi. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan publik terhadap PLN akan tetap terjaga,” tambahnya.

Ajak Seluruh Pemangku Kepentingan Mencari Solusi

Pojok Diskusi Kalimantan Barat juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi agar dampak pemadaman terhadap perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah, dapat diminimalkan.


(*Red/Rls)

DPD GMNI Kalbar Nilai PLN Gagal Berikan Pelayanan Maksimal, Syahrul Umam: Kami Siap Gelar Aksi Besar

Dukung kami melalui donasi:

QRIS donasi Aktivis Mahasiswa