Pendahuluan
Program Domestic Student Mobility (DSM) merupakan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan perkuliahan yang biasa saya jalani di dalam kelas. Selama mengikuti kegiatan ini, saya tidak hanya memperoleh pengetahuan dari penjelasan dosen atau buku, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, dan data diterapkan di berbagai instansi. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang membuat saya memahami bahwa dunia kerja dan dunia akademik memiliki hubungan yang sangat erat, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Sains Data.
Sebelum mengikuti kegiatan DSM, saya menganggap bahwa kunjungan lapangan hanya sebatas melihat lingkungan kerja dan mendengarkan pemaparan materi dari narasumber. Namun, setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, pandangan tersebut berubah. Saya menyadari bahwa kegiatan observasi lapangan memberikan banyak pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui proses pembelajaran di kelas. Berinteraksi secara langsung dengan narasumber, melihat kondisi nyata di lapangan, serta berdiskusi mengenai berbagai perkembangan teknologi membuat saya memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai penerapan ilmu Sains Data di berbagai bidang.
Perjalanan dimulai pada malam hari dengan keberangkatan dari Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menuju Jakarta. Meskipun perjalanan cukup panjang, suasana kebersamaan dengan dosen dan teman-teman membuat perjalanan terasa menyenangkan. Selama perjalanan, saya mulai membayangkan bagaimana kegiatan yang akan dilaksanakan keesokan harinya serta ilmu apa saja yang mungkin dapat diperoleh dari setiap lokasi yang dikunjungi.
Kunjungan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya, saya hanya mengenal BRIN sebagai lembaga penelitian milik pemerintah. Akan tetapi, melalui pemaparan yang diberikan oleh narasumber, saya mulai memahami bahwa BRIN memiliki peran yang jauh lebih luas dalam mengembangkan riset nasional serta mendorong lahirnya inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya juga memperoleh pemahaman bahwa penelitian tidak hanya dilakukan untuk menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan agar mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Sebagai mahasiswa Sains Data, kunjungan ke BRIN memberikan motivasi tersendiri. Saya mulai menyadari bahwa kemampuan mengolah data, melakukan analisis, dan menyajikan informasi secara tepat merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia penelitian. Selama ini saya lebih banyak memandang analisis data sebagai bagian dari tugas kuliah. Namun, melalui kegiatan di BRIN saya melihat bahwa data memiliki nilai yang jauh lebih besar karena dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan maupun pengembangan inovasi.
Kunjungan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI)
Setelah kegiatan di BRIN selesai, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Materi yang disampaikan lebih banyak membahas mengenai transformasi digital, keamanan informasi, perlindungan data pribadi, serta pentingnya literasi digital di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Saya merasa materi tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini karena hampir seluruh aktivitas masyarakat telah memanfaatkan teknologi digital.
Salah satu hal yang paling saya ingat dari kunjungan ke KOMDIGI adalah pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Selama ini saya sering menggunakan berbagai layanan digital tanpa benar-benar memahami bagaimana data pribadi diproses dan dilindungi. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, saya menjadi lebih sadar bahwa keamanan data bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau penyedia layanan digital, tetapi juga tanggung jawab setiap pengguna teknologi. Kesadaran ini menjadi pelajaran yang sangat berharga karena, sebagai mahasiswa Sains Data, kami nantinya akan banyak berhubungan dengan pengelolaan data.
Pembelajaran di Lembang
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Di sana kami mengikuti kegiatan bersama MAPAH Lembang yang memberikan penjelasan mengenai sejarah kawasan Lembang, potensi daerah, serta pengembangan wisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini memberikan suasana belajar yang berbeda dibandingkan dua kunjungan sebelumnya karena pembahasannya lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan potensi daerah.
Dari kegiatan tersebut saya memahami bahwa data tidak selalu berkaitan dengan komputer atau angka-angka yang rumit. Dalam pengembangan pariwisata, misalnya, data mengenai jumlah pengunjung, tingkat kepuasan wisatawan, hingga karakteristik pengunjung memiliki peran penting dalam menentukan strategi pengembangan suatu daerah. Hal ini membuat saya semakin memahami bahwa ilmu Sains Data dapat diterapkan hampir di seluruh bidang kehidupan.
Selanjutnya kami mengunjungi Susu Lembang untuk melihat proses pengolahan produk susu. Walaupun kegiatan ini terlihat sederhana, saya melihat bahwa setiap tahapan produksi memerlukan ketelitian serta pengawasan yang baik. Saya membayangkan bahwa proses tersebut tentu menghasilkan banyak data yang dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kualitas produk, meningkatkan efisiensi produksi, maupun memperkirakan kebutuhan pasar. Dari sini saya menyadari bahwa data memiliki peran penting bahkan dalam industri pengolahan pangan.
Kunjungan terakhir pada hari kedua adalah Lembang Park & Zoo. Selain menjadi tempat rekreasi, lokasi ini juga memiliki fungsi edukasi mengenai pelestarian satwa dan lingkungan. Saya mengamati bahwa pengelolaan kawasan wisata memerlukan koordinasi yang baik, mulai dari pelayanan pengunjung, kebersihan, keamanan, hingga pengelolaan fasilitas. Menurut saya, seluruh aspek tersebut dapat didukung melalui pemanfaatan data sehingga pengelola mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Refleksi dan Pembelajaran
Selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan DSM, saya menyadari bahwa ilmu yang dipelajari di Program Studi Sains Data tidak hanya berkaitan dengan pemrograman atau analisis statistik. Kemampuan memahami permasalahan, mengolah informasi, serta menyampaikan hasil analisis juga merupakan bagian penting yang harus dimiliki oleh seorang lulusan Sains Data. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk memperdalam kemampuan analisis data karena saya melihat secara langsung bahwa kompetensi tersebut sangat dibutuhkan di berbagai sektor.
Selain memperoleh pengetahuan baru, kegiatan DSM juga memberikan pengalaman dalam bekerja sama dengan teman satu kelompok. Selama kegiatan berlangsung, kami saling membantu dalam mendokumentasikan kegiatan, mencatat informasi penting, serta berdiskusi mengenai materi yang disampaikan oleh narasumber. Menurut saya, kemampuan bekerja sama merupakan salah satu keterampilan yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan akademik karena hampir seluruh pekerjaan saat ini dilakukan secara kolaboratif.
Meskipun kegiatan DSM berjalan dengan baik, menurut saya masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan. Waktu kunjungan di beberapa lokasi terasa cukup singkat sehingga kesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber menjadi terbatas. Saya berharap pada kegiatan berikutnya tersedia waktu yang lebih panjang agar mahasiswa dapat menggali informasi lebih mendalam dan memperoleh pengalaman belajar yang lebih maksimal.
Penutup
Secara keseluruhan, kegiatan Domestic Student Mobility memberikan pengalaman belajar yang sangat berkesan bagi saya. Melalui kegiatan ini saya memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya riset, transformasi digital, pemanfaatan data, serta penerapan ilmu Sains Data dalam kehidupan nyata. Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kemampuan akademik maupun keterampilan praktis agar mampu memberikan kontribusi yang lebih baik di masa depan. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena mampu memperluas wawasan mahasiswa serta menjembatani pembelajaran di kelas dengan kondisi nyata di lapangan.
Penulis: Hasan
Mahasiswa Program Studi Sains Data, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
Editor: Muh. Abdan Masykur
Dukung kami melalui donasi:



