Pontianak – DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Barat membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik yang hingga kini masih terjadi di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Ketua DPD GMNI Kalimantan Barat, Syahrul Umam, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap keresahan masyarakat sekaligus upaya menghimpun berbagai aspirasi untuk diperjuangkan kepada pihak-pihak yang berwenang.
Menurut Syahrul Umam, DPD GMNI Kalimantan Barat menaruh keprihatinan mendalam terhadap kondisi pemadaman listrik yang terus berulang dan dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai sektor. Hingga saat ini, menurutnya, belum terlihat adanya langkah yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.
Pemadaman listrik dinilai berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat
Syahrul Umam menjelaskan bahwa pemadaman listrik tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang nyata.
Pedagang kaki lima mengalami penurunan pendapatan akibat terganggunya aktivitas usaha. Di sisi lain, proses belajar mahasiswa ikut terhambat karena keterbatasan akses listrik. Kondisi tersebut juga berdampak pada ketertiban lalu lintas akibat padamnya lampu pengatur lalu lintas di sejumlah titik.
Selain itu, DPD GMNI Kalimantan Barat menyoroti kondisi masyarakat yang paling rentan, terutama ibu yang sedang menyusui bayi yang baru lahir serta bayi yang harus menghadapi cuaca panas tanpa aliran listrik dalam waktu yang tidak menentu.

DPD GMNI Kalimantan Barat tampung seluruh aduan masyarakat
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya memperjuangkan hak masyarakat atas pelayanan publik yang layak, DPD GMNI Kalimantan Barat membuka ruang pengaduan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.
Melalui media resmi DPD GMNI Kalimantan Barat maupun formulir pengaduan yang disediakan, masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan, kerugian, maupun dampak yang dialami akibat pemadaman listrik.
Seluruh aspirasi yang masuk akan dihimpun sebagai bahan perjuangan untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang agar segera menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan kelistrikan di Kalimantan Barat.
Ajak masyarakat menyampaikan pengaduan secara bertanggung jawab
Syahrul Umam mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan pengaduan secara terbuka, jujur, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, setiap laporan yang diterima akan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperjuangkan hak masyarakat atas pelayanan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan.
“Seluruh laporan masyarakat akan kami himpun sebagai bahan perjuangan dan penyampaian tuntutan kepada pihak-pihak yang berwenang agar segera menghadirkan solusi nyata atas persoalan pemadaman listrik yang terjadi di Kalimantan Barat,” tegas Syahrul Umam.
DPD GMNI Kalimantan Barat juga menyerukan kepada penyelenggara layanan kelistrikan agar segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi krisis pemadaman listrik yang telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Editor: Redaksi
Sumber: Siaran Pers DPD GMNI Kalimantan Barat.
Dukung kami melalui donasi:




Komentar
Komentar ditutup.