Menu

Mode Gelap
 

Opini · 8 Apr 2026 15:19 WIB ·

Ketua GMNI Maluku Utara Minta Mabes Polri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut


 Pernyataan GMNI menyoroti dugaan sikap tidak profesional aparat dan mendorong evaluasi institusional oleh Mabes Polri. Perbesar

Pernyataan GMNI menyoroti dugaan sikap tidak profesional aparat dan mendorong evaluasi institusional oleh Mabes Polri.

Ternate — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara, Arjun Ongga, meminta Markas Besar (Mabes) Polri untuk segera melakukan evaluasi terhadap Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Maluku Utara, AKBP Sigit Adhi Prasetyo. Permintaan tersebut muncul dugaan tindakan intimidasi dan pernyataan yang dinilai merendahkan organisasi GMNI.

Arjun Ongga menyampaikan bahwa sikap dan ucapan AKBP Sigit tidak mencerminkan etika seorang aparat penegak hukum, serta berpotensi mencederai hubungan kelembagaan antara kepolisian dan organisasi kemahasiswaan.

Pernyataan tersebut disampaikan AKBP Sigit kepada Wakil Ketua DPD GMNI Maluku Utara, M. Asrul, dalam rangkaian kronologi dugaan intimidasi. Dalam keterangannya, AKBP Sigit disebut melontarkan pernyataan bahwa GMNI “tidak jelas dan tidak punya kontribusi, seperti anggota DPRD saja.” Pernyataan ini dinilai sangat tidak pantas dan melukai kehormatan organisasi.

“Kami menilai ucapan tersebut bukan hanya bentuk pelecehan terhadap GMNI, tetapi juga mencerminkan sikap yang tidak profesional dari seorang pejabat publik. Oleh karena itu, kami meminta Mabes Polri untuk turun tangan melakukan evaluasi,” tegas Arjun.

BACA JUGA: DPP GMNI Kecam Pernyataan Wadir Intelkam Polda Maluku Utara

Kronologi kejadian bermula ketika Wakil Ketua DPD GMNI Maluku Utara, atas arahan Ketua DPD, mengirimkan undangan dialog melalui pesan WhatsApp kepada pihak terkait. Dialog tersebut direncanakan untuk membahas serta mengungkap kasus teror oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di wilayah Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.

Namun, alih-alih mendapatkan respons yang konstruktif, pihak GMNI justru menerima tanggapan yang dinilai bernada intimidatif dan merendahkan. Hal ini kemudian memicu reaksi keras dari internal GMNI Maluku Utara.

Arjun Ongga menegaskan bahwa GMNI sebagai organisasi kader ideologis memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu sosial dan demokrasi di daerah. Ia juga menekankan bahwa kritik dan dialog merupakan bagian dari proses demokrasi yang seharusnya dihargai, bukan justru direspons dengan sikap yang tidak pantas.

“Kami tetap membuka ruang dialog dan berharap institusi Polri dapat bersikap profesional serta menghormati organisasi kemahasiswaan sebagai mitra kritis dalam pembangunan daerah,” tutupnya.

(*Red/Asr berkontribusi dalam tulisan ini)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

Baca Lainnya

Paradoks Ade Armando

14 April 2026 - 10:23 WIB

Ade Armando dalam konteks paradoks peran akademisi dan media digital

Di Balik Angka: Peran Strategis Enumerator dalam Menentukan Arah Kebijakan Publik

14 April 2026 - 08:45 WIB

Enumerator survei publik berfoto di depan plang desa lokasi pengumpulan data lapangan

Seminar Vibes Dakwah di Ketapang Bahas Kepemimpinan Modern dan Tradisional

12 April 2026 - 15:03 WIB

Peserta mengikuti seminar vibes dakwah tentang kepemimpinan modern di Ketapang secara interaktif

Pengurus REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Resmi Dilantik

12 April 2026 - 08:20 WIB

Prosesi pelantikan REI Ketapang dengan peserta dan tamu undangan di ballroom acara

Sekjen PP IPNU Agus Tanjung: Isu Makar Ancaman Nyata, Kita Lawan Bersama

11 April 2026 - 10:39 WIB

Agus Tanjung menyampaikan pernyataan keras terkait isu makar indonesia di ruang publik

Zulham Effendi Terpilih sebagai Ketua DPP INKINDO Kalimantan Barat 2026–2030

8 April 2026 - 11:16 WIB

Rekapitulasi suara pemilihan Zulham Effendi INKINDO Kalbar dalam forum resmi organisasi
Trending di Organisasi