Menu

Mode Gelap
 

Politik & Kebijakan · 2 Apr 2026 09:23 WIB ·

Dukungan Publik terhadap Rencana Pengiriman 8000 Tentara ke Gaza Disorot


 Foto: Paparan Dr. Deni Irvaani dalam Diskusi publik menyoroti rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza serta dampaknya terhadap posisi politik luar negeri Indonesia. Perbesar

Foto: Paparan Dr. Deni Irvaani dalam Diskusi publik menyoroti rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza serta dampaknya terhadap posisi politik luar negeri Indonesia.

Jakarta Rencana pemerintah Indonesia mengirim 8000 tentara ke Gaza dalam kerangka Board of Peace menjadi sorotan dalam forum Rilis Survei Nasional dan Diskusi Publik yang digelar oleh Indikator Politik Indonesia (IPI), Lembaga Survei Indonesia (LSI), dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Kamis (2/4/2026).

Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa sikap publik terhadap kebijakan pemerintah menjadi bagian penting dalam mengukur legitimasi Indonesia dalam merespons konflik Amerika–Israel dengan Iran dan dampaknya di kawasan.

Survei menunjukkan bahwa legitimasi publik tidak hanya diukur dari sikap terhadap perang, tetapi juga dari dukungan terhadap kebijakan konkret pemerintah, termasuk keputusan Presiden Prabowo untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) Gaza serta rencana pengiriman 8000 tentara Indonesia.

BACA JUGA: Dibahas dalam Forum Nasional, Legitimasi Publik Indonesia atas Perang Amerika–Israel Dinilai Problematis

Kebijakan ini dinilai strategis sekaligus sensitif karena menyangkut keterlibatan langsung Indonesia dalam dinamika konflik internasional. Dalam konteks demokrasi, tingkat penerimaan publik menjadi penentu apakah kebijakan tersebut memiliki dasar legitimasi yang kuat atau justru berpotensi menimbulkan resistensi.

Forum diskusi menekankan bahwa tanpa dukungan publik, langkah pemerintah dalam mengirim pasukan ke wilayah konflik dapat dipersepsikan sebagai kebijakan yang tidak sejalan dengan aspirasi masyarakat.

Selain itu, keputusan bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi oleh Amerika Serikat dan melibatkan Israel, tetapi tidak melibatkan Palestina, juga menjadi perhatian dalam diskursus publik. Kebijakan ini dinilai memiliki implikasi politik luar negeri yang signifikan bagi posisi Indonesia di tingkat global.

Dengan demikian, hasil survei yang dibahas dalam forum ini menegaskan bahwa kebijakan luar negeri tidak hanya soal strategi negara, tetapi juga soal legitimasi publik. Tanpa basis dukungan yang memadai, kebijakan yang diambil berisiko melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Diskusi ini memperlihatkan bahwa arah kebijakan Indonesia dalam konflik internasional, termasuk rencana pengiriman pasukan, tidak bisa dilepaskan dari satu hal mendasar: sejauh mana publik benar-benar mendukungnya.

(Dz/Mzb)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Di Balik Angka: Peran Strategis Enumerator dalam Menentukan Arah Kebijakan Publik

14 April 2026 - 08:45 WIB

Enumerator survei publik berfoto di depan plang desa lokasi pengumpulan data lapangan

Pengurus REI Ketapang–Kayong Utara 2025–2028 Resmi Dilantik

12 April 2026 - 08:20 WIB

Prosesi pelantikan REI Ketapang dengan peserta dan tamu undangan di ballroom acara

Sekjen PP IPNU Agus Tanjung: Isu Makar Ancaman Nyata, Kita Lawan Bersama

11 April 2026 - 10:39 WIB

Agus Tanjung menyampaikan pernyataan keras terkait isu makar indonesia di ruang publik

Ketua GMNI Maluku Utara Minta Mabes Polri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut

8 April 2026 - 15:19 WIB

Ketua GMNI Maluku Utara menyampaikan tuntutan evaluasi aparat kepolisian terkait dugaan intimidasi

Zulham Effendi Terpilih sebagai Ketua DPP INKINDO Kalimantan Barat 2026–2030

8 April 2026 - 11:16 WIB

Rekapitulasi suara pemilihan Zulham Effendi INKINDO Kalbar dalam forum resmi organisasi

Sinyal Damai Menguat, AS dan Iran Buka Ruang Gencatan Senjata

8 April 2026 - 06:12 WIB

Trending di Politik & Kebijakan