Menu

Mode Gelap
 

Politik & Kebijakan · 9 Feb 2026 11:28 WIB ·

PRISMA Mempawah Desak Penindakan Tegas Pelaku Karhutla di Desa Galang


 PRISMA Mempawah mendesak penindakan karhutla Mempawah secara tegas menyusul kebakaran lahan di Desa Galang yang berdampak serius bagi kesehatan warga. Senin, (09/02/2026) Perbesar

PRISMA Mempawah mendesak penindakan karhutla Mempawah secara tegas menyusul kebakaran lahan di Desa Galang yang berdampak serius bagi kesehatan warga. Senin, (09/02/2026)

MEMPAWAH – Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, dalam beberapa hari terakhir dinilai cukup parah dan menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Kepulan asap tebal mengakibatkan gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sehingga sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Senin, (09/02/2026)

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Persatuan Mahasiswa Mempawah (PRISMA), Khairul Abror, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi. Ia menilai peristiwa ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas.

“Karhutla di Desa Galang ini sudah sangat mengkhawatirkan. Asap yang ditimbulkan berdampak langsung pada warga, mulai dari gangguan pernapasan hingga harus dilakukan evakuasi. Ini tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa,” ujar Khairul Abror.

BACA JUGA: PRISMA Soroti Rapor Merah Industri Sungai Kunyit, DPRD Kalbar Diminta Bertindak

Khairul Abror mendesak aparat penegak hukum dan pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas penyebab kebakaran tersebut serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti lalai atau sengaja melakukan pembakaran lahan.

Menurutnya, penegakan hukum yang tegas merupakan langkah penting untuk memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Selain itu, PRISMA juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait, seperti BPBD, TNI, Polri, dan dinas lingkungan hidup, agar lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Edukasi yang berkelanjutan dinilai penting, terutama terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar serta dampak jangka panjang karhutla terhadap kesehatan dan ekosistem.

“Kami berharap sosialisasi tentang bahaya karhutla tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi menjadi program rutin yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat desa,” tegasnya.

PRISMA Mempawah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan.

Upaya kolektif antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana karhutla di Kabupaten Mempawah.

(*Red/Rms berkontribusi dalam tulisan ini)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Nilai Penetapan Ketua Bawaslu Pontianak sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024 Lemah

5 Maret 2026 - 18:35 WIB

Kuasa hukum menjelaskan kasus tersangka Bawaslu Pontianak terkait dana hibah Pilkada

Badko HMI Kalbar Pertanyakan Kinerja Menteri UMKM RI, Program Banyak, Dampak Nyaris Tak Terasa

2 Maret 2026 - 21:39 WIB

Badko HMI Kalbar menyampaikan kritik terhadap kinerja Menteri UMKM di Pontianak

Partisipasi Kritis: Mengapa Persis Layak Terlibat dalam Dapur MBG

27 Februari 2026 - 19:15 WIB

Kegiatan dapur umum dalam program Partisipasi Persis MBG di lingkungan masyarakat

Buka Puasa Bersama REI Kalbar dan Perbankan Perkuat Sinergi Pembiayaan Perumahan

25 Februari 2026 - 16:27 WIB

sinergi pembiayaan perumahan

Bupati Kubu Raya Raih TOP Pembina BUMD 2026, RSUD Tuan Besar Syarif Idrus Borong Penghargaan

21 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bupati Kubu Raya menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 di Jakarta

Cetak Pemimpin Masa Depan, BEM se-Kalimantan Gelar Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda

7 Februari 2026 - 11:02 WIB

Pelatihan kepemimpinan politik
Trending di Politik & Kebijakan